MonitorUpdate.com – Transformasi pertanian Indonesia tak lagi bisa ditunda. Dalam dunia yang bergerak cepat menuju digitalisasi, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut kecerdasan artifisial (AI) dan data sebagai senjata baru yang harus segera dipeluk oleh sektor pertanian nasional.
Berbicara dalam seminar daring bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin lalu (28/7/2025), Nezar menekankan pentingnya infrastruktur digital yang merata hingga ke pelosok desa. “Akses broadband dan platform digital yang inklusif harus tersedia bagi petani dan pelaku usaha agri-food,” kata dia dari kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat.
Pernyataan Nezar tak datang dalam ruang kosong. Sektor pertanian Indonesia menghadapi tekanan besar, mulai dari krisis iklim, minimnya regenerasi petani, hingga rantai pasok yang rapuh. Dalam konteks itu, AI dan big data bukan sekadar alat bantu, melainkan instrumen perubahan.
Nezar mencontohkan sederet teknologi seperti drone, sensor pintar, otomasi, hingga analitik prediktif. Semuanya bisa meningkatkan efisiensi, mengurangi limbah, dan memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir. “AI dan data bisa merevolusi seluruh ekosistem agri-food kita,” ujarnya.
Kementerian Komdigi sendiri tengah mempercepat pembangunan infrastruktur digital di pedesaan. Selain itu, kementerian menggandeng UGM dan kampus lain untuk riset, pelatihan, dan pengembangan teknologi pertanian.
Bagi Nezar, pertanian digital adalah agenda kebangsaan. “Kita sedang membangun jembatan menuju kedaulatan pangan. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo tentang kemandirian pangan,” ucapnya. AI dan data, tambahnya, akan membuka jalan menuju pertanian yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
(mu01)










