Klaim Bersih Akhir Tahun Diuji, Sampah Tangsel Masih Sisakan PR

Tumpukan sampah di bawah flyover Ciputat, Tangsel, Kamis (1/1/2026) Foto: Dok. MonitorUpdate.com
Tumpukan sampah di bawah flyover Ciputat, Tangsel, Kamis (1/1/2026) (Foto: Dok. MonitorUpdate.com)

MonitorUpdate.com — Klaim Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terkait penuntasan penanganan sampah di titik-titik kritis menjelang tutup tahun masih menyisakan catatan. Sehari setelah pembersihan dikebut, sejumlah lokasi rawan penumpukan sampah tetap menjadi sorotan warga.

Pantauan MonitorUpdate.com, Rabu (31/12/2025), aktivitas pengangkutan sampah masih berlangsung di beberapa ruas jalan protokol dan kawasan permukiman padat. Di sejumlah titik, tumpukan memang terlihat berkurang, namun residu sampah dan bau menyengat masih tercium, terutama di area yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan.

Pemkot Tangsel sebelumnya menyatakan telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan kondisi kota kembali bersih sebelum pergantian tahun. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin, menegaskan penanganan dilakukan secara terencana dan tidak sporadis.

Baca Juga: Menjelang Tutup Tahun, Pemkot Tangsel Ngebut Bersihkan Sampah di Titik Kritis

Namun kondisi lapangan menunjukkan, persoalan sampah belum sepenuhnya tuntas dalam waktu singkat. Lonjakan volume sampah akhir tahun, ditambah curah hujan dan keterbatasan ritase armada, masih menjadi tantangan yang terlihat nyata di lapangan.

Tumpukan sampah di kawasan pemukiman warga di wilayah Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangsel, Kamis (1/1/2026) Foto: Dok. MonitorUpdate.com
Tumpukan sampah di kawasan pemukiman warga di wilayah Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangsel, Kamis (1/1/2026) (Foto: Dok. MonitorUpdate.com)

Sejumlah warga mengaku pengangkutan memang dilakukan lebih intensif dibanding hari-hari biasa, tetapi belum menyentuh akar persoalan. “Sampahnya diangkut, tapi belum lama biasanya numpuk lagi. Polanya hampir selalu sama setiap akhir tahun,” ujar seorang warga di kawasan Serpong yang enggan disebutkan namanya.

Warga lainnya menilai, penanganan sampah kerap bersifat reaktif dan muncul saat kondisi sudah menjadi sorotan publik. Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembersihan jangka pendek, tetapi juga menghadirkan solusi yang lebih permanen.

Pengamat lingkungan menilai, kondisi ini mencerminkan masih rapuhnya sistem pengelolaan sampah di wilayah perkotaan dengan pertumbuhan penduduk tinggi seperti Tangsel. Tanpa pembenahan di hulu dan hilir, operasi pembersihan berpotensi terus berulang setiap momentum tertentu.

Pemkot Tangsel menyebut penanganan akhir tahun ini menjadi bahan evaluasi menuju kebijakan persampahan 2026. Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci mengenai langkah konkret yang akan ditempuh untuk memutus siklus penumpukan sampah yang terus berulang dari tahun ke tahun. (MU01)

Share this article