Tanpa Biaya! Pesantren Online Ini Punya Ribuan Santri hingga Mancanegara

Pengasuh Pesantren Online Pondok Sehat Malomo, Ustaz Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME.
Pengasuh Pesantren Online Pondok Sehat Malomo, Ustaz Muhammad Aris Alwi Rilangi, SE, ME, Sy (Foto: Ist)

MonitorUpdate.com– Pesantren Online Pondok Sehat Malomo yang digagas oleh Ustaz Muhammad Aris Alwi Rilangi kini telah berjalan hampir dua tahun. Dalam kurun waktu tersebut, perkembangannya terbilang pesat dengan jumlah santri mencapai ribuan orang.

Menariknya, mayoritas santri yang tergabung merupakan kalangan usia lanjut. Mereka tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara.

Sebagai pengasuh, Ustaz Muhammad Aris Alwi Rilangi membimbing langsung para santri agar mampu memahami dan mengamalkan ilmu yang disampaikan.

Menurut Ustaz Aris, seluruh santri tidak dipungut biaya dalam mengikuti kegiatan pesantren online tersebut.

“Saya tidak memungut biaya sepeser pun. Saya hanya meminta para santri untuk istiqamah menjalankan amalan yang telah diajarkan,” ujarnya.

Pesantren Online Pondok Sehat Malomo memiliki beberapa kegiatan utama, di antaranya:

Munajat “Gedor Pintu Langit”
Kegiatan ini disiarkan secara langsung melalui kanal TikTok dan Facebook Ustaz Aris Alwi setiap pukul 03.00–04.00 WIB dan 05.15–06.00 WIB. Kegiatan meliputi:

  • Pembacaan amalan, termasuk Surat Al-Waqiah
  • Kajian keagamaan dan motivasi
  • Doa munajat
  • Ruqyah massal secara daring

Privat Tahajud Ustaz Aris Alwi
Program ini bertujuan menumbuhkan semangat ibadah malam, seperti salat tahajud, tilawah Al-Qur’an, serta sedekah subuh dan Jumat berkah.

Ustaz Aris menegaskan bahwa ia tidak hanya mengajarkan, tetapi juga menjalankan langsung amalan tersebut dengan rutin bangun pada tengah malam untuk tahajud dan tilawah Al-Qur’an.

Dalam praktiknya, pola pembelajaran dilakukan melalui grup pesantren online dengan metode voice note (VN) dan video (VT). Materi yang diberikan berfokus pada amalan tahajud, tilawah Al-Qur’an, serta sedekah sebagai wasilah untuk terkabulnya doa dan hajat, seperti:

  • Terbebas dari utang
  • Kelancaran rezeki
  • Kesembuhan dari penyakit
  • Kemudahan dalam usaha
  • Keharmonisan rumah tangga

Salah satu santri, Karsini, mengaku telah bergabung selama kurang lebih satu tahun. Ia mengungkapkan bahwa awalnya mengikuti pesantren online karena menghadapi masalah keluarga.

“Saya bergabung karena memiliki masalah keluarga yang cukup berat. Setelah mengikuti kegiatan ini, pikiran saya menjadi lebih tenang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kini amalan seperti tahajud, tilawah Al-Qur’an, dan sedekah telah menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Sekarang kalau tidak melaksanakan amalan yang diajarkan, justru merasa menyesal,” tuturnya.

(CR01/MU02)

Share this article