MonitorUpdate.com- Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut, peluncuran Tangsel One menjadi bagian dari percepatan transformasi digital layanan publik yang kini mendesak di tengah tuntutan efisiensi dan transparansi.
“Semua layanan publik akan terhimpun dalam satu platform berbasis AI. Warga bisa menyampaikan aspirasi sekaligus mendapatkan informasi soal Tangsel secara langsung,” ujar Benyamin, Kamis (23/4/2026).
Menurut dia, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memangkas jalur birokrasi yang selama ini kerap dinilai lambat dan berbelit. Pemkot berharap platform ini menjadi wajah baru pelayanan publik yang lebih modern dan responsif.
Namun, di tengah optimisme tersebut, efektivitas implementasi sistem digital terpadu ini masih menjadi tantangan. Integrasi data lintas dinas dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan platform ini di lapangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Tangsel, Tb. Asep Nurdin, menjelaskan Tangsel One dirancang sebagai layanan chat-first berbasis AI yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan hanya lewat percakapan digital.
“Mulai dari perizinan, pengaduan, sampai informasi kota bisa diakses cukup lewat WhatsApp tanpa proses yang rumit,” kata Asep.
Ia mengakui, selama ini layanan publik di Tangsel masih terfragmentasi di berbagai aplikasi dan kanal. Tangsel One, kata dia, mencoba menyederhanakan itu melalui konsep satu data dan satu akses.
Selain itu, platform ini juga mengusung konsep contactless service, memungkinkan warga mengurus keperluan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintah. Sistem AI yang digunakan juga diklaim mampu meningkatkan objektivitas layanan sekaligus menekan potensi diskriminasi.
Tak hanya layanan administratif, Tangsel One juga akan berfungsi sebagai “asisten kota” yang aktif 24 jam. Warga bisa mencari informasi seputar layanan publik, destinasi wisata, hingga rekomendasi kuliner lokal dalam satu ruang percakapan.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan masih mengemuka, mulai dari keamanan data pribadi warga, akurasi respons AI, hingga kesiapan masyarakat dalam mengadopsi layanan digital secara penuh terutama bagi kelompok yang belum sepenuhnya melek teknologi.
Mengusung konsep “Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel”, Pemkot berharap platform ini menjadi fondasi menuju ekosistem smart city yang inklusif.
Namun, publik kini menunggu: apakah Tangsel One benar-benar akan menyederhanakan layanan, atau justru menambah lapisan baru dalam birokrasi digital? (MU01)








