MonitorUpdate.com — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyiapkan agenda nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 secara gratis di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek. Program tersebut tidak hanya diarahkan sebagai hiburan publik, tetapi juga diklaim menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan pelaku UMKM.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri akan mengambil peran aktif dalam penyelenggaraan nobar selama gelaran Piala Dunia 2026 yang hak siarnya di Indonesia dipegang oleh LPP TVRI.
Pernyataan tersebut disampaikan usai audiensi bersama jajaran TVRI di Gedung Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Usai Antar Uzbekistan ke Piala Dunia, Timur Kapadze Mundur dan Buka Peluang Latih Indonesia
“Kami, Polri, akan membantu untuk mengajak masyarakat nobar, mulai Mabes, polda, polres, dan polsek di seluruh wilayah,” ujar Kapolri.
Langkah ini menjadi salah satu pendekatan yang cukup berbeda dibanding penyelenggaraan event olahraga internasional sebelumnya. Polri tidak hanya menempatkan diri sebagai pengamanan kegiatan, tetapi juga ikut menjadi fasilitator ruang publik untuk menonton bersama.
Menurut Listyo, agenda nobar massal tersebut diharapkan memberi efek ganda. Selain menyediakan akses hiburan gratis bagi masyarakat, kegiatan itu juga diharapkan membuka ruang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi kegiatan.
“Sehingga kemudian ini bisa menjadi hiburan masyarakat, hiburan rakyat, sekaligus juga membantu menghidupkan ekonomi daerah dari sisi UMKM tingkat daerah,” katanya.
Tak hanya aspek ekonomi, Polri juga melihat momentum ini sebagai kanal komunikasi sosial. Kegiatan nobar disebut dapat disisipkan dengan pesan edukatif terkait pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
Di sisi lain, Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, menyambut dukungan tersebut sebagai faktor penting untuk memperluas jangkauan siaran dan aktivitas publik selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, dukungan Polri mencakup aspek keamanan, ketertiban, perizinan kegiatan, hingga inisiatif penyelenggaraan nobar.
“Ini membuat kami optimistis tugas TVRI bukan hanya menyiarkan, tapi juga dapat menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM yang terlibat dalam kegiatan nonton bareng,” ujarnya.
Piala Dunia 2026 sendiri menghadirkan tantangan tersendiri dari sisi waktu tayang. Karena berlangsung di kawasan Amerika Utara, pertandingan akan disiarkan di Indonesia pada rentang waktu dini hari hingga menjelang siang.
TVRI menyebut akan menyiarkan seluruh 104 pertandingan selama enam pekan dan dapat diakses masyarakat tanpa biaya.
Sebagai informasi, FIFA World Cup 2026 akan digelar pada 12 Juni–20 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Catatan redaksi: Tantangan berikutnya adalah bagaimana skema nobar massal ini benar-benar memberi dampak ekonomi ke pelaku UMKM lokal, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial selama euforia turnamen berlangsung. (MU01)


