MonitorUodate.com — Keputusan Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapat perhatian media asing. Penunjukan tersebut dinilai menjadi langkah penting bagi keberlanjutan kebijakan moneter sekaligus menjadi perhatian investor terhadap arah independensi bank sentral.

Prabowo secara resmi mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI pada Senin, 10 Agustus 2026, yang mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif.

Destry saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sekaligus menjalankan tugas sebagai Gubernur BI sementara setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada akhir Juli 2026.

Baca Juga: Pengganti Perry Warjiyo Jadi Sorotan, DPR Minta Independensi BI Tetap Terjaga

Reuters menilai pencalonan Destry mendapat sambutan positif dari pasar. Nilai tukar rupiah menguat setelah kabar pencalonan tersebut dan mencapai level terkuat terhadap dolar AS sejak 18 Juni 2026.

Media tersebut juga menyoroti pengalaman panjang Destry di sektor keuangan dan perbankan sentral. Ia telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan dipandang memiliki pemahaman kuat mengenai kebijakan moneter serta stabilitas sistem keuangan.

Berpotensi Cetak Sejarah
Pencalonan Destry juga menarik perhatian karena jika mendapat persetujuan DPR, ia berpotensi menjadi perempuan pertama yang secara definitif memimpin Bank Indonesia sejak bank sentral tersebut berdiri pada 1953.

Sejumlah media internasional menempatkan pencalonan tersebut dalam konteks yang lebih luas, terutama terkait tantangan BI menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi pemerintahan Prabowo.

The Diplomat, misalnya, menyoroti Destry sebagai figur berpengalaman yang telah lama berada di jajaran pimpinan BI.

Sementara itu, media Malaysia The Star melaporkan bahwa pasar mencermati proses pergantian Gubernur BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Penguatan rupiah setelah pencalonan Destry juga menjadi salah satu indikator respons positif investor.

Ujian Menjaga Independensi BI
Di sisi lain, pencalonan Destry berlangsung ketika BI menghadapi tekanan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintahan Prabowo.

Reuters mencatat adanya ekspektasi agar BI membantu mendorong pertumbuhan ekonomi menuju target yang lebih tinggi, namun pada saat yang sama bank sentral tetap harus menjalankan mandat menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar.

Kondisi tersebut membuat sosok gubernur baru BI memiliki posisi strategis. Selain kemampuan menjaga stabilitas moneter, independensi bank sentral menjadi salah satu isu yang akan mendapat perhatian pasar.

DPR RI selanjutnya akan menjalankan proses uji kelayakan dan kepatutan terhadap Destry sebelum memberikan keputusan atas pencalonannya. Parlemen memiliki waktu untuk menyetujui atau menolak calon yang diajukan Presiden.

Jika disetujui, Destry Damayanti bukan hanya akan menjadi Gubernur BI definitif berikutnya, tetapi juga mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia. (MU01)