MonitorUpdate.com – Pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026) mendapat respons dari putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa. Sejumlah unggahan Yudo di media sosial setelah reshuffle langsung menjadi perhatian publik.

Dalam unggahannya di Instagram, Yudo mengaku lega setelah ayahnya tidak lagi menduduki kursi Menteri Keuangan. Ia bahkan menyebut Purbaya kini bisa kembali menjadi trader dan beristirahat setelah sebelumnya disibukkan dengan pekerjaan sebagai menteri.

“Guys, akhirnya bapak bisa tidur nyenyak, guys,” demikian pernyataan Yudo yang dikutip sejumlah media dari unggahannya. Ia kemudian menyebut sang ayah kembali menjadi trader setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri.

Baca Juga: Purbaya Dicopot, Suahasil Jadi Menkeu: Apa Sebenarnya Alasan Prabowo?

Yudo juga menyinggung perubahan status dirinya setelah Purbaya tidak lagi menjadi pejabat negara. Dalam unggahan lainnya, ia menulis bahwa dirinya kini bukan lagi anak menteri sehingga merasa lebih bebas menyampaikan pendapat di media sosial.

Pernyataan Yudo lainnya yang ikut menjadi sorotan berkaitan dengan perbandingan pekerjaan menteri dan trader. Ia menyinggung besaran penghasilan, beban kerja serta kondisi ketika seorang menteri harus mengurus negara. Sejumlah media mengutip unggahan tersebut sebagai sindiran mengenai gaji kecil, pekerjaan nonstop dan “bawahan korup”.

Namun, pernyataan tersebut perlu ditempatkan sebagai pendapat pribadi Yudo, bukan sebagai tuduhan resmi terhadap pejabat atau institusi tertentu. Hingga kini tidak terdapat dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa istilah “bawahan korup” yang digunakan Yudo merujuk kepada individu tertentu.

Sementara itu, Presiden Prabowo pada Senin (14/9/2026) resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya. Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang dalam kebijakan fiskal, termasuk pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal.

Usai dilantik, Suahasil menegaskan bahwa pengelolaan APBN harus tetap sehat, kredibel dan dapat diandalkan. Ia juga menyatakan defisit fiskal akan dijaga di bawah batas legal 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Pergantian Purbaya sendiri menjadi perhatian pasar karena terjadi ketika pemerintah tengah menghadapi tantangan fiskal dan kepercayaan investor. Reuters melaporkan bahwa pergantian tersebut dipandang sebagai upaya mengembalikan kepercayaan investor serta memperkuat kredibilitas kebijakan fiskal. Namun, pemerintah belum menyampaikan secara terbuka satu alasan spesifik mengenai pencopotan Purbaya. (MU01)