MonitoUpdate.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap sejumlah perkembangan ekonomi Indonesia hingga September 2026. Inflasi tercatat 3,28 persen secara tahunan, sementara harga beras di tingkat penggilingan terus meningkat dan produksi padi mengalami penurunan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, inflasi year-on-year (y-on-y) September 2026 mencapai 3,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,31. Inflasi bulanan tercatat 0,30 persen dan inflasi sepanjang Januari-September 2026 mencapai 2,17 persen.

Tekanan harga paling tinggi secara tahunan berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 7,77 persen, transportasi 4,84 persen, serta makanan, minuman dan tembakau 4,37 persen. Kondisi ini menjadi salah satu indikator penting terkait perkembangan biaya hidup masyarakat.

Harga beras juga menunjukkan kenaikan. BPS mencatat rata-rata harga beras premium di penggilingan September 2026 mencapai Rp15.185 per kilogram, naik 0,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, harga beras premium meningkat 10,52 persen, sedangkan beras medium naik 4,72 persen.

Baca Juga: Bank Dunia Sebut 64,2 Persen Penduduk Indonesia di Bawah Standar Kemiskinan, BPS: Jangan Disamakan

Di sisi produksi, luas panen padi Agustus 2026 mencapai 1,08 juta hektare atau turun 2,83 persen dibandingkan Agustus 2025. Produksi GKP diperkirakan 6,52 juta ton, turun 3,15 persen, sedangkan produksi beras untuk konsumsi masyarakat turun 2,90 persen menjadi sekitar 3,15 juta ton.

Berbeda dengan padi, produksi jagung justru meningkat. Luas panen jagung pipilan naik 23,60 persen menjadi 0,29 juta hektare, sedangkan produksinya mencapai 1,74 juta ton atau meningkat 24,81 persen dibandingkan Agustus 2025.

Dari sektor perdagangan, ekspor Indonesia Januari-Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar, naik 4,74 persen. Namun, impor tumbuh jauh lebih tinggi, yakni 19,84 persen menjadi US$186,39 miliar. Neraca perdagangan masih mencatat surplus US$7,25 miliar, dengan China menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar sekaligus pemasok impor nonmigas terbesar Indonesia.

Sementara itu, sektor pariwisata menunjukkan pertumbuhan positif. Kunjungan wisatawan mancanegara pada Agustus 2026 mencapai 1,60 juta atau naik 6,27 persen secara tahunan. Di tengah perkembangan tersebut, data BPS juga memperlihatkan transportasi domestik masih berfluktuasi, dengan penumpang udara domestik turun 3,43 persen, sedangkan penumpang internasional naik 7,25 persen. Data ini menjadi gambaran terbaru mengenai tekanan harga, ketahanan pangan, perdagangan dan mobilitas masyarakat memasuki akhir 2026. (MU01)