MonitorUpdate.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aset yang berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB. Terbaru, penyidik mendalami asal-usul pembelian mobil Volvo XC90 Recharge yang pernah digunakan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

KPK memeriksa kakak Ridwan Kamil, Erwin Muniruzaman, sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut diarahkan untuk menggali pengetahuan Erwin mengenai pembelian dan kepemilikan kendaraan Volvo yang menjadi perhatian penyidik.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mendalami transaksi pembelian kendaraan tersebut. Penyidik juga menelusuri sumber dana serta rangkaian kepemilikan Volvo dalam kaitannya dengan perkara yang tengah ditangani.

Baca Juga: KPK Bongkar Skema Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB: Anggaran Rp409 Miliar, Kerugian Negara Rp223,6 Miliar

Volvo tersebut diketahui pernah digunakan Ridwan Kamil saat pelantikan Penjabat Gubernur Jawa Barat pada 2023. Kendaraan itu kemudian menjadi bagian dari penelusuran aset oleh KPK, terutama untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara perolehan aset dengan perkara Bank BJB.

Dalam pengembangan penyidikan, KPK juga mendalami informasi mengenai penjualan kendaraan tersebut. Langkah ini menjadi penting karena penyidik perlu memastikan asal-usul aset, aliran dana, pihak yang melakukan transaksi, serta hubungan transaksi tersebut dengan perkara yang sedang disidik.

Kasus yang menjadi dasar penelusuran tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB periode 2021–2023. KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dan memperkirakan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut mencapai sekitar Rp222 miliar.

Meski demikian, pemeriksaan terhadap Erwin dan penelusuran Volvo tidak serta-merta membuktikan adanya tindak pidana oleh Ridwan Kamil. KPK masih harus membuktikan hubungan antara aset, sumber dana, transaksi, serta unsur pidana berdasarkan alat bukti yang diperoleh selama proses penyidikan.

Penelusuran aset menjadi salah satu bagian penting dalam perkara korupsi karena dapat membantu penyidik mengurai aliran dana dan kemungkinan hasil tindak pidana. Publik kini menunggu apakah pemeriksaan terhadap kakak Ridwan Kamil dan jejak Volvo tersebut akan membuka fakta baru dalam pengembangan kasus Bank BJB. (MU01)