MonitorUpdate.com– Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden kekerasan yang kembali terjadi dalam sepak bola nasional, khususnya penyerangan yang menimpa rombongan klub EPA.
Melalui rilis yang diunggah di laman resmi PSSI.org, badan induk sepak bola nasional ini menegaskan sikap tegasnya terhadap segala bentuk kekerasan. PSSI menyoroti insiden penyerangan bus rombongan EPA oleh oknum suporter klub lain sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Baca juga : PSSI Beri Kuasa Penuh ke John Herdman, Indra Sjafri Tak Masuk Radar Asisten Timnas
PSSI mendesak pengelola Liga dan klub untuk segera mengambil tindakan tegas. Lebih jauh, PSSI meminta agar pihak kepolisian dilibatkan untuk mengusut tuntas kejadian tersebut hingga ke proses hukum.
“Penyerangan ini tidak hanya bertentangan dengan prinsip sportivitas dalam sepak bola, tetapi juga merupakan tindakan kriminal yang harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” bunyi poin kedua pernyataan tersebut.
Komitmen Keselamatan Bersama FIFA
Selain menanggapi insiden spesifik tersebut, PSSI juga mengingatkan kembali komitmen keselamatan bersama FIFA. PSSI menekankan bahwa keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk tim sepak bola usia muda, harus menjadi prioritas utama.
“Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk bertanding dan menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat,” tulis PSSI.
Nol Toleransi untuk Kekerasan
PSSI menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa sikap tegas ini berlaku universal. Tidak ada pengecualian untuk siapa pun pelakunya dan klub mana pun yang menjadi korban.
“Sikap ini berlaku untuk seluruh kejadian serupa… Tidak ada toleransi terhadap kekerasan dalam sepak bola Indonesia,” pungkas PSSI. (MU01)


