MonitorUpdate.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mendorong pemerintah daerah mempercepat integrasi data pertanahan dan perpajakan. Kolaborasi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dengan Kantor Pertanahan dinilai menjadi salah satu kunci agar integrasi tersebut dapat berjalan efektif.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Ekonomi Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Dedi Noor Cahyanto, menegaskan integrasi data membutuhkan koordinasi erat antara Bapenda dan Kantor Pertanahan di masing-masing daerah.

“Kuncinya Bapenda dan Kepala Kantor Pertanahan, ini harus kompak,” kata Dedi.

Menurut Dedi, Kantor Pertanahan di berbagai daerah perlu ikut mendukung proses integrasi bersama pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pemanfaatan data pertanahan dan perpajakan dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: KPK Bongkar Jejak Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, 8 Tersangka dan Lingkaran Nusron Jadi Sorotan

Dedi mengatakan transformasi di lingkungan ATR/BPN tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah daerah, kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, dunia industri, serta pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membangun ekosistem pelayanan pertanahan yang lebih baik.

“Kami butuh dukungan Pemda, butuh dukungan industri, butuh dukungan semua pihak untuk berubah,” ujarnya.

Integrasi data pertanahan dan perpajakan menjadi bagian dari transformasi layanan ATR/BPN untuk mendorong proses bisnis yang lebih singkat, memiliki kepastian, dan transparan. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan data serta aset pemerintah daerah.

Dedi berharap kerja sama melalui replikasi SISGITA tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Ia meminta kesepakatan tersebut segera ditindaklanjuti melalui pekerjaan teknis di masing-masing daerah agar integrasi data benar-benar menghasilkan dampak terhadap pelayanan publik.

“Hari ini adalah sesuatu yang harus kita bawa dan berdampak untuk daerah dan wilayah masing-masing. Jadi ini gak omon-omon lagi,” tegas Dedi. (MU01)