MonitorUpdate.com — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas perkotaan, ada kelompok pekerja yang setiap hari berjibaku dengan panas, hujan, dan padatnya lalu lintas demi menghidupi keluarga. Mereka adalah para pengemudi ojek online perempuan yang selama ini jarang menjadi sorotan dalam berbagai program sosial.

Momentum Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Laznas PPPA Daarul Qur’an untuk menghadirkan kebahagiaan bagi kelompok tersebut. Sejumlah driver ojol perempuan menjadi prioritas penerima manfaat program qurban yang digelar di Kantor Pusat Laznas PPPA Daarul Qur’an, Tangerang, Kamis (28/5/2026).

Direktur Laznas PPPA Daarul Qur’an, Dwi Kartika Ningsih, mengatakan pekerja informal perempuan memiliki kontribusi besar dalam menopang ekonomi keluarga, namun sering kali luput dari perhatian publik.

Baca Juga : Edwin Super Bejo Umrahkan Dua Driver Ojol, Begini Cara Ikutannya

“Mereka berangkat pagi, pulang sore. Hujan dan panas tetap bekerja. Di balik helm yang mereka kenakan ada anak-anak yang harus sekolah dan keluarga yang harus dinafkahi. Hari ini kami ingin memastikan mereka juga merasakan kebahagiaan Idul Adha,” kata Dwi.

Menurutnya, semangat qurban tidak hanya sebatas mendistribusikan daging kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial kepada kelompok rentan yang selama ini kurang tersentuh berbagai program bantuan.

Langkah tersebut dinilai relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan. Di tengah meningkatnya biaya hidup, pekerja sektor informal menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak.

Suasana haru pun mewarnai kegiatan tersebut ketika Siti Aminah (38), seorang driver ojol asal Ciledug, menerima paket qurban.

Ibu dua anak yang telah empat tahun bekerja sebagai pengemudi ojek online itu mengaku baru pertama kali menjadi penerima manfaat qurban.

“Biasanya kami yang mengantar pesanan qurban ke rumah orang. Baru kali ini dapat bagian. Rasanya dihargai,” ujar Siti dengan mata berkaca-kaca.

Pengakuan Siti menjadi gambaran bahwa masih banyak pekerja informal yang belum sepenuhnya tersentuh program sosial maupun keagamaan, meski keberadaan mereka sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi perkotaan.

Menariknya, sebagian hewan qurban yang disalurkan tahun ini tidak hanya berasal dari donatur, tetapi juga hasil patungan para amil atau karyawan Laznas PPPA Daarul Qur’an.

Para amil secara sukarela menyisihkan penghasilannya untuk membeli hewan qurban sehingga dapat turut menjadi shahibul qurban sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Ini bentuk rasa memiliki kami terhadap amanah yang dititipkan para donatur. Kami ingin ikut berbagi secara langsung, sehingga sebagian daging yang diterima para driver hari ini berasal dari patungan para amil,” jelas Dwi.

Secara nasional, program qurban Laznas PPPA Daarul Qur’an tahun 2026 mencatat capaian yang cukup signifikan. Hingga 28 Mei 2026, lembaga tersebut telah menghimpun 574 ekor kambing dan domba serta 95 ekor sapi, termasuk program patungan sapi dan qurban untuk wilayah pelosok.

Distribusi qurban menjangkau 29 provinsi di Indonesia dan sejumlah wilayah luar negeri, termasuk Palestina.

Penyaluran diprioritaskan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, mulai dari santri penghafal Al-Qur’an, yatim dhuafa, penyandang disabilitas, guru ngaji, masyarakat pelosok, hingga pekerja informal seperti pengemudi ojek online.

Program tersebut menunjukkan bahwa qurban tidak sekadar ritual tahunan, melainkan instrumen pemerataan manfaat dan penguatan solidaritas sosial.

Bagi Siti Aminah dan para driver ojol perempuan lainnya, paket daging qurban yang mereka bawa pulang mungkin tidak bernilai besar secara materi. Namun di balik bantuan itu tersimpan pesan penting bahwa perjuangan mereka di jalanan tidak luput dari perhatian.

Di saat sebagian orang merayakan Idul Adha bersama keluarga dengan penuh kecukupan, kepedulian kepada kelompok pekerja rentan menjadi pengingat bahwa makna qurban sejatinya adalah menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang selama ini berada di pinggir perhatian. (MU01)