MonitorUpdate.com – Sorotan terhadap merosotnya prestasi kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada MTQ XXII Tingkat Provinsi Banten 2026 terus bergulir. Di tengah menguatnya desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan tata kelola Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Ketua Harian LPTQ Kota Tangsel, KH Sobron, belum bersedia memberikan penjelasan resmi.

Saat dihubungi Monitor Update melalui pesan WhatsApp, Selasa (14/7/2026), KH Sobron menyampaikan apresiasi atas perhatian media terhadap perkembangan prestasi MTQ Tangsel. Namun, ia mengaku belum dapat memberikan tanggapan karena harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan jajaran pengurus inti LPTQ serta unsur Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

“Terima kasih atas pertanyaannya, namun saya mohon maaf untuk saat ini saya belum bisa menjawab. Saya akan musyawarahkan dulu dengan pengurus inti LPTQ Tangsel, dengan Kabag Kesra selaku Sekretaris Umum LPTQ, dengan Asisten Daerah, dan dengan Pak Sekda. Mohon maaf belum bisa merespons pertanyaan,” ujar KH Sobron.

Baca Juga: Prestasi MTQ Tangsel Merosot, Tokoh Penggagas LPTQ Soroti Regenerasi Pengurus hingga Sistem Pembinaan

Pernyataan tersebut merupakan respons atas permintaan wawancara Monitor Update mengenai evaluasi penyebab merosotnya prestasi kontingen MTQ Tangsel yang pada tahun ini hanya mampu finis di peringkat keempat, jauh dari target juara umum yang sebelumnya dicanangkan.

Sebelumnya, Monitor Update telah menerbitkan dua laporan yang mengulas penurunan prestasi tersebut. Laporan pertama menyoroti kegagalan Tangsel mencapai target juara umum serta mengangkat pentingnya evaluasi sistem pembinaan peserta.

Laporan kedua memuat pandangan tokoh penggagas LPTQ Tangsel yang menilai regenerasi kepengurusan, konsistensi pembinaan, dan profesionalisme tata kelola organisasi menjadi faktor yang perlu dibenahi agar prestasi Tangsel dapat kembali bersaing di tingkat Provinsi Banten.

Belum adanya penjelasan resmi dari Ketua Harian LPTQ menunjukkan bahwa pengurus memilih menempuh mekanisme kelembagaan sebelum menyampaikan sikap kepada publik. Langkah koordinasi dengan pengurus inti, Sekretaris Umum LPTQ yang dijabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Asisten Daerah, hingga Sekretaris Daerah dinilai menjadi bagian dari proses penyamaan pandangan sebelum dilakukan evaluasi secara terbuka.

Meski demikian, sejumlah kalangan berharap evaluasi tidak berhenti pada aspek teknis perlombaan semata. Penurunan prestasi yang terjadi setelah sebelumnya Tangsel mampu bersaing di papan atas MTQ Provinsi Banten dinilai perlu dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari pola pembinaan, kaderisasi qari dan qariah, sistem seleksi, hingga tata kelola organisasi LPTQ.

Monitor Update akan terus mengikuti perkembangan proses evaluasi tersebut dan membuka ruang bagi LPTQ Kota Tangerang Selatan maupun Pemerintah Kota Tangsel untuk menyampaikan penjelasan resmi kepada publik mengenai penyebab turunnya prestasi serta langkah konkret yang akan ditempuh guna mengembalikan posisi Tangsel sebagai salah satu kekuatan MTQ di Provinsi Banten. (MU01)