MonitorUpdate.com — Dinamika persiapan Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah mulai mengerucut. Menteri Haji dan Umrah RI, memastikan akan menghadiri forum tertinggi organisasi Islam tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 7–10 Juli 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Kepastian itu disampaikan saat menerima kunjungan panitia nasional muktamar di kantor Kementerian Haji dan Umrah di Jakarta, Senin (29/6).

“Insya Allah saya akan hadir,” ujar Kyai Irfan di hadapan rombongan panitia.

Delegasi panitia dipimpin Ketua Panitia Nasional bersama jajaran organisasi dan panitia pelaksana.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Haji menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan keagamaan memiliki posisi strategis dalam mendukung tata kelola dan penyelenggaraan ibadah haji nasional. Karena itu, menurut dia, pembahasan isu perhajian dalam forum muktamar menjadi relevan di tengah transformasi penyelenggaraan haji.

Baca Juga:Hadiri Muktamar Al Washliyah, Nusron Soroti Ribuan Tanah Wakaf yang Belum Bersertifikat

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Menurut Irfan, penyelenggaraan haji tahun ini berjalan relatif lancar hingga memasuki fase akhir pelaksanaan.

“Alhamdulillah berkat persiapan yang matang dan dukungan semua pihak perjalanan ibadah haji 2026 berjalan sukses,” katanya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Nasional Muktamar Ahmad Doli Kurnia Tanjung menyambut positif kepastian kehadiran Menteri Haji dan Umrah. Menurutnya, kehadiran pejabat negara dalam forum tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kontribusi organisasi keagamaan dalam pembangunan sosial dan pendidikan umat.

Doli juga secara khusus memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan haji 2026 yang menjadi periode awal Kementerian Haji dan Umrah menjalankan peran strategisnya.

“Prestasi ini patut diapresiasi. Kerja keras Kementerian Haji dan Umrah layak mendapat penghargaan,” ujar Doli usai pertemuan.

Ia turut menyoroti keterlibatan kader Al Washliyah dalam kepanitiaan haji tahun ini dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperluas pada periode mendatang.

Kehadiran Menteri Haji dan Umrah sekaligus menambah daftar pejabat Kabinet Merah Putih yang telah mengonfirmasi partisipasi pada Muktamar XXIII Al Washliyah.

Sejumlah nama yang sebelumnya disebut akan hadir antara lain Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah , Menteri Agama , Menteri ATR/BPN , Wakil Menteri Agama , serta Ketua .

Panitia juga menyebut pembukaan muktamar direncanakan dilakukan oleh Ketua MPR RI . Sementara Presiden yang sebelumnya masuk dalam agenda, disebut berhalangan hadir karena agenda lain pada waktu yang sama.

Berdasarkan data panitia hingga akhir Juni, sebanyak 650 peserta telah melakukan registrasi dari 38 wilayah di Indonesia. Delegasi luar negeri juga dijadwalkan hadir, termasuk dari Inggris, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

Muktamar XXIII Al Washliyah tahun ini ditargetkan diikuti sekitar 1.400 kader dan digelar secara hibrida agar peserta yang tidak hadir langsung tetap dapat mengikuti jalannya sidang melalui platform daring.

Bersamaan dengan agenda utama tersebut, organisasi juga akan menyelenggarakan Muktamar Muslimat Al Washliyah pada lokasi dan waktu yang sama. (MU01)