MonitorUpdate.com – Ketua Umum Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid), Bachtiar Nasir, mengajak jurnalis Muslim mengambil peran lebih strategis sebagai penghubung antara Indonesia dan dunia Islam. Menurutnya, media tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu membangun pemahaman publik terhadap dinamika geopolitik yang berkembang, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Pesan tersebut disampaikan Bachtiar saat membuka Sajid Friday Morning Talk yang menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anis Matta, di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Bachtiar menilai, meski Indonesia berada jauh dari Timur Tengah secara geografis, posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia membuat bangsa ini tidak bisa bersikap pasif terhadap perkembangan di kawasan tersebut.

“Indonesia memang jauh secara geografi, tetapi sebagai negara dengan umat Islam terbesar sangat dekat dengan lingkaran persoalan itu semua. Karena itu, kita tidak boleh salah, terutama masyarakatnya,” ujar Bachtiar.

Menurutnya, dinamika di Timur Tengah memiliki dampak yang melampaui batas kawasan. Letaknya yang menjadi persimpangan Asia, Eropa, dan Afrika menjadikan setiap perubahan geopolitik di wilayah tersebut berpengaruh terhadap stabilitas dan percaturan politik global.

Karena itu, Bachtiar menilai kehadiran Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam forum tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai perkembangan Timur Tengah kepada kalangan jurnalis.

Ia menyebut Anis memiliki pengalaman dan kapasitas untuk membaca dinamika kawasan dari sudut pandang geopolitik sekaligus kebijakan luar negeri Indonesia. Pemahaman tersebut, menurut Bachtiar, diperlukan agar media tidak sekadar mengikuti arus narasi yang berkembang, tetapi mampu menyajikan informasi yang berimbang dan berbasis analisis.

Bachtiar juga menilai Anis berupaya menghadirkan gagasan politik Islam dalam konteks kekinian tanpa meninggalkan pijakan pada khazanah pemikiran para ulama. Pendekatan itu dinilai penting dalam membaca berbagai konflik internasional secara lebih proporsional.

Melalui forum tersebut, Bachtiar berharap para jurnalis Muslim dapat memperkaya perspektif sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih utuh, kualitas pemberitaan mengenai dunia Islam diharapkan semakin objektif dan mencerahkan.

Ia menambahkan, diplomasi melalui media perlu terus diperkuat agar masyarakat Indonesia maupun publik internasional memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai berbagai isu yang berkembang di dunia Islam.

Menurut Bachtiar, Sajid diharapkan mampu menjadi simpul kolaborasi media Islam yang menghubungkan Indonesia dengan dunia Islam sekaligus memperkuat kontribusi pers nasional dalam menghadirkan informasi yang berimbang.

“Semoga kita sebagai pilar keempat demokrasi menjadi bagian yang mencerahkan, bukan yang kemudian menghancurkan tatanan yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan,” ujar Bachtiar. (MU01)