MonitorUpdate.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus memperkuat pembangunan kesehatan melalui perluasan akses, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan upaya promotif dan preventif. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, pelayanan kesehatan diarahkan semakin mudah dijangkau dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu program yang terus dikembangkan adalah Ngider Sehat, layanan kesehatan jemput bola yang telah berjalan sejak 2021. Program tersebut menjangkau tujuh kecamatan dan 54 kelurahan, dengan memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi, edukasi kesehatan serta layanan kesehatan ibu dan anak secara gratis. Hingga semester pertama 2025, layanan tersebut telah dimanfaatkan lebih dari satu juta warga.

Pengembangan layanan tersebut diwujudkan melalui Ngider Sehat Premium yang diluncurkan pada November 2025. Jika sebelumnya pelayanan dilakukan oleh bidan dan perawat, kini diperkuat dokter serta armada kesehatan dengan peralatan medis seperti USG dan EKG portable.

Baca Juga: Pemkot Tangsel Perkuat Transformasi Layanan Kesehatan, Hadir Lebih Dekat untuk Masyarakat

Layanan ini menyasar kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses, termasuk lansia, ibu hamil, balita, penyandang disabilitas, pasien penyakit kronis, dan warga dengan keterbatasan mobilitas.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan, pelayanan kesehatan harus mampu menjangkau masyarakat secara langsung. “Pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti di puskesmas atau rumah sakit saja. Pemerintah harus hadir mendatangi masyarakat,” kata Benyamin.

Ia juga menekankan pendekatan promotif dan preventif melalui pemeriksaan rutin, edukasi dan deteksi dini agar risiko penyakit dapat diketahui lebih cepat.

 

Penguatan layanan primer tersebut didukung keberadaan 35 Puskesmas serta cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang telah mencapai sekitar 99 persen.

Benyamin mengatakan, capaian kepesertaan tersebut menjadi modal penting untuk memastikan masyarakat memperoleh tindak lanjut ketika hasil pemeriksaan membutuhkan penanganan lebih lanjut di Puskesmas maupun rumah sakit.

Upaya deteksi dini juga diperkuat melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga akhir Agustus 2026, sebanyak 53 persen sasaran di Kota Tangsel telah menjalani pemeriksaan, meningkat dari sekitar 48 persen pada 24 Agustus.

Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah kondisi kesehatan, antara lain hipertensi, diabetes dan gangguan kesehatan mental. Pemkot Tangsel menyiapkan Puskesmas, rumah sakit serta layanan kesehatan lainnya untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan.

Pada sisi kesehatan ibu dan anak, Pemkot Tangsel juga memperkuat peran Posyandu, edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pemberian makanan tambahan serta kunjungan rumah melalui Ngider Sehat Premium. Dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026, Benyamin menegaskan bahwa kesehatan dan gizi anak menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi masa depan.

“Anak adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan sejak dini. Kualitas generasi masa depan ditentukan oleh kesehatan dan tumbuh kembang anak saat ini,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot Tangsel berkomitmen melanjutkan penguatan layanan kesehatan dasar dan rujukan, memperluas cakupan jaminan kesehatan, meningkatkan pemeriksaan kesehatan gratis, mengembangkan Ngider Sehat Premium, serta memperkuat Puskesmas dan Posyandu.

Melalui kesinambungan program tersebut, Pemkot Tangsel berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui pencegahan dan deteksi dini. (Advetorial)