MonitorUpdate.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah di Indonesia yang mengalami periode Hari Tanpa Hujan (HTH) terlama. Sejumlah daerah tercatat mengalami kekeringan meteorologis dengan durasi mencapai puluhan hari, bahkan ada wilayah yang tidak diguyur hujan hingga sekitar tiga bulan.

Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi salah satu wilayah dengan periode tanpa hujan terpanjang, yakni mencapai sekitar 90 hari. Kondisi ini menjadi perhatian karena bertepatan dengan fase puncak musim kemarau di Indonesia.

Selain DIY, sejumlah wilayah lain juga masuk daftar daerah dengan HTH panjang. Fenomena tersebut menunjukkan sebagian wilayah Indonesia sedang menghadapi periode kemarau yang cukup signifikan.

Baca Juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, BMKG Minta Daerah Siaga Mulai Sekarang

BMKG sebelumnya memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada periode Juli hingga September 2026. Pada Agustus 2026, hampir separuh wilayah Indonesia diprediksi memasuki puncak kemarau sehingga masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak kekeringan.

Kemarau Panjang Berpotensi Picu Krisis Air
Deputi Bidang Klimatologi BMKG menjelaskan, meningkatnya jumlah wilayah dengan HTH panjang merupakan konsekuensi dari meluasnya musim kemarau.

Data BMKG menunjukkan pada pertengahan Juli 2026, sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia atau 509 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Sejumlah titik pengamatan bahkan mencatat kategori HTH ekstrem panjang lebih dari 60 hari.

Kondisi minim hujan tersebut berpotensi berdampak pada berbagai sektor, mulai dari ketersediaan air bersih, pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pengamat lingkungan menilai pemerintah daerah perlu memperkuat mitigasi menghadapi kemarau panjang, terutama di wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sumber air permukaan.

“Musim kemarau bukan hanya persoalan cuaca, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan tata kelola air, perlindungan sumber daya alam, dan kesiapan masyarakat menghadapi perubahan iklim,” ujar pengamat lingkungan dalam keterangannya.

Masyarakat Diminta Hemat Air
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang mengalami HTH panjang agar menggunakan air secara bijak dan mengikuti informasi perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.

Selain itu, pemerintah daerah diminta melakukan langkah antisipasi, seperti memastikan distribusi air bersih, menjaga cadangan pangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.

Fenomena kemarau panjang tahun ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dapat meningkatkan risiko cuaca ekstrem, baik berupa kekeringan berkepanjangan maupun hujan dengan intensitas tinggi dalam periode tertentu. (MU01)