MonitorUpdate.com – Era baru Persija Jakarta resmi dimulai. Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Macan Kemayoran dan langsung memasang target tinggi untuk membawa klub ibu kota kembali ke jalur prestasi.
Dalam konferensi pers di Jakarta International Stadium (JIS), Senin (8/6/2026), Shin Tae-yong menegaskan ambisinya untuk mengembalikan identitas permainan Persija sekaligus memenuhi ekspektasi besar yang selama ini disuarakan The Jakmania.
Kehadiran pelatih asal Korea Selatan itu sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Mauricio Souza yang meninggalkan Persija setelah berakhirnya kompetisi Super League 2025-2026.
Didampingi Presiden Persija Mohamad Prapanca dan penerjemahnya, Jeong Seok-seo atau Jeje, STY mengaku siap bekerja keras demi membawa Persija kembali menjadi kekuatan utama sepak bola nasional.
Baca Juga: Shin Tae-yong Resmi Latih Persija, Dikontrak Tiga Tahun dan Emban Misi Besar
“Target saya pastinya ingin mendapat prestasi yang baik dan akan berusaha semaksimal mungkin agar para fans Persija ingin melihat kembali permainan terbaik Persija,” kata Shin Tae-yong.
Bangun Chemistry Jadi Prioritas
Meski target prestasi menjadi fokus utama, STY menilai langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun hubungan kuat dengan para pemain.
Menurutnya, kesuksesan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu, melainkan juga kesatuan visi antara pelatih dan skuad.
“Jadi dengan menjadi satu dengan para pemain mungkin bisa berada di posisi terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa mantan pelatih Timnas Indonesia itu tidak ingin terburu-buru berbicara soal gelar juara sebelum fondasi tim benar-benar terbentuk.
Janjikan Sepak Bola Cepat dan Agresif
Salah satu hal yang paling ditunggu publik Persija adalah filosofi permainan yang akan diterapkan STY.
Pelatih berusia 57 tahun itu memastikan Persija akan tampil dengan karakter berbeda dibanding saat dirinya menangani Timnas Indonesia. Jika bersama Garuda ia kerap mengandalkan pendekatan defensif menghadapi lawan yang lebih kuat, di level klub ia ingin membangun tim yang lebih dominan dan agresif.
“Gaya yang ingin dimainkan dan filosofi Shin adalah sepak bola menyerang bukan bertahan,” tegasnya.
Menurut STY, pendekatan tersebut lebih memungkinkan diterapkan di kompetisi domestik, terutama jika Persija mampu memenuhi kebutuhan skuad yang sesuai dengan skema permainannya.
Ia mengungkapkan akan terlebih dahulu berdiskusi dengan manajemen terkait komposisi tim, termasuk perekrutan pemain asing yang akan menjadi bagian penting dalam proyek barunya.
“Kita akan diskusi dulu dengan Prapanca dan orang-orang di Persija untuk membawa pemain-pemain asing. Setelah itu kita pasti akan melakukan permainan lebih baik, cepat, agresif menyerang,” ujarnya.
Harapan Besar untuk Mengakhiri Puasa Gelar
Penunjukan Shin Tae-yong menjadi sinyal kuat keseriusan Persija menghadapi musim 2026-2027. Rekam jejaknya yang pernah membawa Timnas Indonesia menembus berbagai capaian historis membuat ekspektasi publik terhadapnya sangat tinggi.
Namun tantangan yang dihadapi tidak ringan. Persija dalam beberapa musim terakhir kerap kesulitan menjaga konsistensi performa sehingga gagal bersaing hingga akhir dalam perebutan gelar juara.
Kini, dengan dukungan penuh manajemen dan basis suporter terbesar di Indonesia, STY diharapkan mampu menghadirkan perubahan signifikan, baik dari sisi mentalitas, disiplin, maupun kualitas permainan.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, bukan hanya kebangkitan Persija yang dipertaruhkan, tetapi juga peluang Macan Kemayoran untuk kembali menjadi kandidat kuat juara Super League musim depan. (MU01)


