MonitorUpdate.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan biaya kesehatan keluarga, program khitan gratis masih menjadi salah satu layanan sosial yang banyak dibutuhkan masyarakat. Kondisi ini terlihat dari kembali digelarnya program Khitan Gratis yang diinisiasi Majelis Keluarga Indonesia (MKI) bersama Zidan Rumah Khitan Keluarga Indonesia pada 27 Juni 2026 mendatang.
Program yang berlangsung di Klinik Zidan tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status ekonomi, baik keluarga kurang mampu maupun masyarakat umum. Namun, kuota yang disediakan bulan ini hanya untuk 10 peserta.
Ketua pelaksana kegiatan menyebutkan, program tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial berkelanjutan yang bertujuan membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan anak yang aman dan berkualitas.
Baca Juga : Khitanan Massal Astra Honda dan Rumah Zakat: 415 Anak Yatim dan Dhuafa Dikhitan Serentak di Empat Kota
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan memperoleh layanan khitan yang layak, nyaman, dan ditangani tenaga medis berpengalaman,” demikian keterangan panitia dalam rilis yang diterima MonitorUpdate.com.
Selain tanpa biaya, peserta akan mendapatkan pelayanan medis yang mengedepankan kenyamanan anak. Klinik menyediakan ruang tindakan yang dirancang lebih ramah keluarga, didukung tenaga kesehatan yang telah berpengalaman di bidang khitan modern.
Meski demikian, tingginya minat masyarakat terhadap program-program khitan gratis juga menjadi sinyal bahwa akses terhadap layanan kesehatan dasar tertentu masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga. Di sejumlah daerah, biaya khitan masih dianggap cukup membebani, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.
Pengamat sosial menilai program filantropi seperti ini patut diapresiasi, namun tidak bisa menjadi satu-satunya solusi. Diperlukan kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta agar layanan kesehatan preventif dan dasar bagi anak dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Program sosial sangat membantu, tetapi keberlanjutan akses kesehatan anak tetap membutuhkan dukungan sistem yang lebih kuat dan merata,” kata seorang pemerhati kebijakan sosial.
MKI berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga menginspirasi lahirnya lebih banyak gerakan sosial serupa. Untuk itu, organisasi tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi melalui donasi dan infak guna mendukung keberlanjutan program.
Pendaftaran peserta dapat dilakukan sebelum hari pelaksanaan melalui panitia di nomor WhatsApp 0852-8299-1303 atas nama Darmiyati selaku Kepala Divisi Sosial MKI.
Dengan kuota yang terbatas, masyarakat yang berminat diimbau segera melakukan pendaftaran. Sementara bagi para donatur, program ini dinilai menjadi salah satu bentuk investasi sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. (MU01)


