MonitorUpdate.com— Majelis Ulama Indonesia bersama sejumlah organisasi Islam dan lembaga filantropi nasional mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah diplomatik untuk menyelamatkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza.
Desakan itu disampaikan langsung Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin, dalam konferensi pers di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
“Kami pimpinan MUI bersama pimpinan ormas Islam dan lembaga filantropi nasional memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengupayakan pembebasan sembilan warga Indonesia yang disandera Zionis Israel,” kata Zaitun Rasmin.
MUI menilai penangkapan terhadap para aktivis kemanusiaan tersebut sebagai tindakan brutal yang tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional. Apalagi, para WNI itu disebut tengah membawa misi kemanusiaan untuk warga Gaza yang hingga kini masih berada di tengah krisis perang dan blokade berkepanjangan.
Sembilan WNI yang ditahan terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis kemanusiaan. Mereka tergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla 2.0 yang membawa bantuan solidaritas internasional untuk Palestina.
Menurut informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, para relawan sempat mengirimkan pesan darurat atau SOS dalam bentuk video sesaat sebelum ditangkap pasukan Israel di perairan internasional.
Dalam pernyataannya, Zaitun juga meminta pemerintah tidak hanya berhenti pada kecaman diplomatik, tetapi aktif membangun tekanan internasional melalui kerja sama negara-negara Islam.
“Diharapkan Menteri Luar Negeri bisa bersama tujuh negara Islam lainnya yang selama ini selalu berkoordinasi dalam BoP. Ini perlu dibuktikan bahwa forum itu ada gunanya,” ujarnya.
MUI bahkan membuka kemungkinan meminta pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo apabila upaya pembebasan para WNI tidak menunjukkan perkembangan dalam waktu dekat.
“MUI akan meminta bertemu dengan Bapak Presiden bila masalah ini tidak kunjung selesai dan para sandera belum dibebaskan,” katanya.
Di sisi lain, MUI juga mengajak publik Indonesia ikut mengawal isu tersebut dengan menyuarakan dukungan secara luas, termasuk melalui media sosial dan jalur diplomasi masyarakat sipil.
“Kalau semua bersuara nyaring tentang pembebasan ini, insyaallah gemanya akan sampai ke sana dan para sandera akan cepat dibebaskan,” tutur Zaitun.
Kasus penahanan sembilan WNI ini diperkirakan akan menambah tekanan publik terhadap pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah yang lebih tegas terkait konflik Palestina-Israel. Terlebih, isu keselamatan relawan kemanusiaan dan jurnalis internasional kini menjadi sorotan global di tengah memanasnya situasi di Gaza. (MU01)


