MonitorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menempatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Di tengah tantangan era digital, ketimpangan kualitas belajar, hingga ancaman stunting pendidikan, Pemkot Tangsel memandang pendidikan usia dini bukan lagi sekadar layanan pendidikan dasar, melainkan investasi jangka panjang membangun kualitas generasi masa depan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni, mengatakan perhatian terhadap sektor PAUD terus diperkuat karena pemerintah daerah mulai melihat pembangunan manusia harus dimulai sejak usia dini.

Menurutnya, terdapat perubahan paradigma pembangunan pendidikan di Tangerang Selatan. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak terfokus pada pendidikan dasar dan menengah, kini pembangunan kualitas sumber daya manusia mulai diarahkan sejak fase paling awal pertumbuhan anak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni. (Foto: Dok. Kominfo & Humas Pemkot Tangsel)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni. (Foto: Dok. Kominfo & Humas Pemkot Tangsel)

“PAUD menjadi fondasi penting karena pada fase inilah perkembangan karakter, kemampuan sosial, emosional, dan kesiapan belajar anak mulai terbentuk,” ujarnya.

Angka Partisipasi Masih Jadi Tantangan
Meski memiliki jumlah lembaga PAUD yang cukup besar, angka partisipasi pendidikan usia dini di Tangsel masih menjadi tantangan.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan angka partisipasi PAUD di Tangsel saat ini masih berada di kisaran 57 persen. Sementara jumlah satuan PAUD aktif tercatat mencapai sekitar 700 lembaga yang tersebar di tujuh kecamatan.

Data PAUD Tangsel 2025

Menurut Deden, masih rendahnya angka partisipasi dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, minimnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pentingnya PAUD, hingga ketimpangan kualitas antar lembaga pendidikan usia dini.

Ia mengakui masih terdapat wilayah dengan tingkat partisipasi PAUD yang belum optimal, terutama di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi pemerintah daerah adalah kualitas tenaga pendidik yang belum sepenuhnya linear serta keterbatasan sarana-prasarana di sejumlah lembaga PAUD.

“Persoalan paling dominan di lapangan sejauh ini adalah pemerataan kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga pendidik,” katanya.

95 Guru PAUD Dapat Beasiswa S1
Sebagai langkah penguatan kualitas pendidikan usia dini, Pemkot Tangsel mulai menjalankan program beasiswa Strata 1 (S1) bagi guru PAUD melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka. Program tersebut diberikan kepada 95 guru PAUD dari tujuh kecamatan.
Rinciannya:
• 71 guru lulusan SMA mendapatkan beasiswa penuh S1 Pendidikan Guru PAUD;
• 24 guru non-linear memperoleh bantuan pendidikan penyesuaian kompetensi.

Data Program Beasiswa Guru PAUD

Menurut Deden, program tersebut lahir dari kebutuhan meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik PAUD. Pemkot menilai kualitas guru menjadi faktor paling menentukan dalam meningkatkan mutu pendidikan usia dini.

Awalnya program hanya menyasar 70 guru. Namun setelah dilakukan evaluasi dan pendataan ulang, jumlah penerima bantuan pendidikan ditambah menjadi 95 guru.

“Kami ingin memastikan guru PAUD memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidangnya karena mereka menjadi fondasi awal pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak,” ujarnya.

Pemkot Tangsel sendiri menargetkan sekitar 1.000 guru dan tenaga kependidikan PAUD berkualifikasi S1 hingga tahun 2029.

Akreditasi PAUD Mulai Dipercepat
Selain peningkatan kompetensi guru, Pemkot Tangsel juga mempercepat program akreditasi lembaga PAUD. Program tersebut melibatkan ratusan pengelola PAUD untuk memperkuat standar mutu pendidikan mulai dari kurikulum, kualitas tenaga pengajar, sarana-prasarana, hingga sistem pembelajaran.

Data Penguatan Mutu PAUD

Pemkot menilai akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi bentuk pertanggungjawaban lembaga pendidikan kepada masyarakat.Deden mengakui masih terdapat sejumlah lembaga PAUD yang menghadapi keterbatasan sarana-prasarana dan kualitas tenaga pendidik.

Karena itu, pengawasan mutu terhadap PAUD negeri maupun swasta terus diperkuat.Menurutnya, indikator PAUD berkualitas tidak hanya dilihat dari fasilitas fisik, tetapi juga kualitas pembelajaran, kompetensi guru, keamanan lingkungan belajar, hingga keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak.

Bantuan Pendidikan PAUD Mulai Disiapkan
Untuk meningkatkan akses pendidikan usia dini, Pemkot Tangsel juga mulai menyiapkan bantuan pendidikan bagi peserta didik PAUD dari keluarga kurang mampu. Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026.

Data Bantuan Pendidikan PAUD 2026

Bantuan pendidikan tersebut diprioritaskan bagi kelompok masyarakat rentan sebagai bagian dari upaya mengurangi ketimpangan akses pendidikan.

Pemkot berharap program ini mampu meningkatkan angka partisipasi PAUD sekaligus memperluas kesempatan anak mendapatkan pendidikan sejak usia dini.

“Biaya masih menjadi salah satu kendala masyarakat memasukkan anak ke PAUD. Karena itu pemerintah hadir untuk membantu memperluas akses pendidikan,” kata Deden.

Menjawab Tantangan Generasi Masa Depan
Penguatan PAUD di Tangsel dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mulai mendorong wajib belajar satu tahun pra-SD serta peningkatan profesionalisme guru PAUD.

Pemkot Tangsel juga mulai menyesuaikan sistem pendidikan usia dini dengan tantangan perkembangan zaman, termasuk pengaruh teknologi digital terhadap tumbuh kembang anak.

Menurut Deden, pendidikan usia dini memiliki hubungan erat dengan kualitas generasi masa depan, termasuk dalam menghadapi bonus demografi Indonesia.

“Kalau kualitas pendidikan usia dini kuat, maka fondasi sumber daya manusia ke depan juga akan lebih siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Bagi Tangsel, pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana membangun kualitas manusia sejak ruang kelas paling awal. Dan perubahan itu kini mulai dibangun dari PAUD. (Advertorial)