MonitorUpdate.com – Merosotnya prestasi Kafilah Kota Tangerang Selatan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten 2026 kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pembinaan dan dukungan anggaran yang diberikan pemerintah daerah.
Sejumlah informasi yang beredar di ruang publik menyebutkan kegiatan MTQ dan pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang Selatan dibiayai melalui pos hibah keagamaan yang dikelola bersama LPTQ dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Tangerang Selatan.
Dalam informasi tersebut juga disebutkan bahwa hibah keagamaan Pemkot Tangsel mencapai sekitar Rp22,1 miliar yang disalurkan kepada 35 lembaga keagamaan, sementara pembinaan dan pelatihan qari, qariah serta kafilah MTQ menjadi salah satu komponen penggunaan anggaran.
Baca Juga : Prestasi MTQ Tangsel Disorot, Ketua Harian LPTQ Tunda Penjelasan Resmi, Pilih Koordinasi Internal
Informasi itu kembali menjadi perhatian setelah Kafilah Kota Tangerang Selatan gagal memenuhi target juara umum dan hanya menempati peringkat keempat pada MTQ Provinsi Banten tahun ini.
Tokoh yang ikut menginisiasi terbentuknya LPTQ Kota Tangerang Selatan pada masa Penjabat Wali Kota pertama, H. Muhammad Sholeh, yakni Buya Sodri, menilai persoalan utama bukan semata-mata terletak pada besarnya anggaran, melainkan pada tata kelola organisasi dan pola pembinaan.
“Prestasi menurun karena pengurusnya tidak melakukan regenerasi,” kata Buya Sodri.
Ia juga mengingatkan agar pengurus LPTQ fokus menjalankan amanahnya.
“Kurang elok apabila pengurus LPTQ juga menjadi dewan hakim atau pembina kafilah di daerah lain. Pengurus harus fokus terhadap tanggung jawabnya di daerah tempat ia diberi amanah agar pembinaan dan pengembangan prestasi kafilah bisa maksimal,” ujarnya.
Selain itu, Buya Sodri mendorong dilakukan restrukturisasi kepengurusan dengan menghadirkan figur yang memiliki kompetensi, memahami manajemen organisasi, serta memiliki visi dalam pembinaan dunia tilawah.
Menurutnya, pembinaan qari dan qariah juga harus dilakukan secara berkesinambungan sepanjang tahun, bukan hanya menjelang pelaksanaan MTQ.
Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai besarnya dukungan anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah seharusnya mampu menghasilkan sistem pembinaan yang lebih terukur dan berkelanjutan sehingga prestasi Kota Tangerang Selatan dapat kembali bersaing di tingkat Provinsi Banten.
Hingga berita ini diturunkan, Monitor Update masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Bagian Kesra Setda Kota Tangerang Selatan maupun pengurus LPTQ Kota Tangerang Selatan mengenai besaran alokasi anggaran pembinaan MTQ, mekanisme penggunaannya, serta evaluasi atas penurunan prestasi kafilah pada MTQ Provinsi Banten 2026. (MU01)


