MonitorUpdate.com – Hujan mengguyur sejumlah wilayah Jabodetabek pada Jumat hingga Sabtu, 18–19 September 2026, setelah masyarakat di sejumlah daerah sebelumnya melaksanakan Shalat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang.
Di Kabupaten Bogor, ribuan warga bersama Bupati Bogor Rudy Susmanto melaksanakan Shalat Istisqa di Alun-Alun Tegar Beriman, Cibinong, Jumat pagi. Pemerintah Kabupaten Bogor menyebut ibadah tersebut dilakukan karena kemarau berkepanjangan telah berdampak terhadap ketersediaan air, sumur warga, lahan pertanian, dan irigasi.
Menariknya, beberapa jam setelah pelaksanaan Shalat Istisqa, hujan deras mengguyur Cibinong dan sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. BPBD Kabupaten Bogor menyebut hujan turun cukup deras pada Jumat sore. Saat itu, sejumlah wilayah Kabupaten Bogor memang tengah menghadapi kekurangan air bersih dan distribusi bantuan air dilakukan ke wilayah terdampak.
Namun, secara ilmiah turunnya hujan tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat dari Shalat Istisqa. BMKG menjelaskan bahwa hujan di Jakarta dan sekitarnya pada 18–20 September merupakan bagian dari dampak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan selama tiga hari.
Baca Juga: Abu Vulkanik Anak Krakatau Mulai Menjauh dari Indonesia, BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada
Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan operasi tersebut dilakukan bersamaan dengan adanya dinamika atmosfer Kelvin yang melintas di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Untuk wilayah Jakarta, operasi menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C208B dengan pembiayaan dari BPBD DKI Jakarta, sementara operasi di Jawa Barat menggunakan pesawat CASA 212-200 dengan pembiayaan Perum Jasa Tirta II.
Hujan juga tercatat mengguyur sejumlah wilayah lain di Jabodetabek. Pada Jumat malam, hujan terjadi di Depok dan Bogor, sedangkan Sabtu sore hujan sempat mengguyur Jakarta Selatan, Tangerang Selatan hingga Depok. BMKG memperkirakan awal musim hujan secara bertahap mulai terjadi pada pertengahan hingga akhir Oktober, dengan puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Januari–Februari 2027.
Fenomena Shalat Istisqa sendiri tidak hanya berlangsung di Kabupaten Bogor. Di Kota Depok, Kementerian Agama mencatat pelaksanaan Shalat Istisqa di Yayasan Pesantren Al-Karimiyah, Sawangan, pada 15 September. KUA Kecamatan Limo bersama MUI dan masyarakat juga melaksanakan Shalat Istisqa pada 17 September untuk memohon ampunan dan turunnya hujan.
Di Jakarta Selatan, Shalat Istisqa juga digelar di Masjid Agung Al-Azhar pada 1 September. Sementara MAN 11 Jakarta Selatan melaksanakan Shalat Istisqa pada 9 September sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kondisi kekeringan sekaligus momentum introspeksi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan demikian, hujan yang turun di sejumlah wilayah Jabodetabek menjadi peristiwa yang menarik dari dua sisi: secara spiritual masyarakat melakukan Shalat Istisqa dan berdoa memohon hujan, sedangkan dari sisi meteorologi BMKG menjelaskan adanya OMC yang berlangsung bersamaan dengan dinamika atmosfer. Keduanya dapat diberitakan secara berdampingan tanpa mencampuradukkan penjelasan keagamaan dengan sebab-akibat meteorologis.
Bagi masyarakat yang sebelumnya mengalami kekeringan, turunnya hujan tersebut menjadi kabar melegakan. Namun, BMKG mengingatkan bahwa musim hujan belum sepenuhnya memasuki fase reguler karena awal musim hujan diperkirakan baru berlangsung secara bertahap mulai pertengahan Oktober. (MU01)


