MonitorUpdate.com – Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Tangerang Selatan sebagai kota metropolitan yang modern, nyaman, dan berdaya saing. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan, pelebaran ruas strategis, hingga penataan jalan lingkungan di kawasan permukiman.

Komitmen tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Selatan yang menempatkan infrastruktur sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, sekaligus pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota.

Infrastruktur Menjawab Pertumbuhan Kota
Sebagai kota penyangga Jakarta yang terus berkembang, Tangerang Selatan menghadapi tantangan mobilitas yang semakin tinggi. Karena itu, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan jalan baru, tetapi juga peningkatan kualitas jalan, pelebaran ruas strategis, rehabilitasi, serta pemeliharaan berkala agar tingkat kemantapan jalan tetap terjaga.

Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), Pemerintah Kota pada 2025 mengalokasikan sekitar Rp80 miliar untuk melaksanakan 50 paket pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang kurang lebih 30 kilometer yang tersebar di tujuh kecamatan.

Baca Juga: Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari, Pemkot Tangsel Klaim Perkuat Pengawasan Hukum

Sejumlah ruas strategis yang ditangani antara lain kawasan Midea Kencana, Angsana Loka, Anggrek Loka, Jalan Menjangan, Jalan Merpati, Jalan Magnolia, Rawabuntu hingga Jalan S di Kecamatan Setu. Pembangunan dilakukan menggunakan teknologi pengaspalan dan betonisasi berlapis aspal pada ruas yang memiliki beban kendaraan tinggi sehingga lebih kuat dan berumur panjang.

Di sisi lain, Pemerintah Kota juga melakukan pelebaran sejumlah ruas strategis, termasuk Jalan Bhayangkara yang menghubungkan Pondok Aren dan Serpong Utara, sebagai bagian dari upaya mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur bukan hanya membangun jalan, tetapi memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.”

Pemerataan Hingga Jalan Lingkungan
Komitmen pembangunan tidak berhenti pada jalan-jalan utama. Pemerintah Kota juga memastikan pembangunan menjangkau kawasan permukiman melalui penataan jalan lingkungan.

Salah satu program yang tengah berjalan adalah penataan Kampung Kota Keranggan di Kecamatan Setu. Kawasan seluas sekitar 23 hektare tersebut mulai ditata sebagai bagian dari peningkatan kualitas lingkungan permukiman dengan target penyelesaian pada Desember 2026.

Program yang dilaksanakan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) itu meliputi pembangunan jalan lingkungan menggunakan paving block baru bermotif tiga dimensi, pembangunan drainase U-Ditch sepanjang sekitar 4 kilometer, pemasangan dinding penahan tanah (DPT), pagar pengaman, pembangunan gapura, hingga pemasangan penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya. Penataan tersebut mencakup lima RW dan 12 RT di Kelurahan Keranggan.

Saat meninjau lokasi pembangunan, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan kawasan Kampung Kota Keranggan membutuhkan penataan agar memiliki kualitas lingkungan yang setara dengan kawasan permukiman perkotaan.

“Kawasan kampung kota ini membutuhkan sentuhan pembangunan infrastruktur. Dengan penataan ini kami berharap kualitas lingkungan dan hunian masyarakat menjadi lebih baik, lebih rapi, dan lebih tertata,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, akses jalan utama menuju kawasan tersebut telah diaspal pada tahun sebelumnya. Karena itu, pembangunan tahun ini difokuskan pada pembaruan jalan lingkungan agar lebih nyaman dan mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan kualitas pekerjaan agar seluruh pembangunan selesai tepat waktu.

“Saya minta benar-benar diawasi sesuai dengan perencanaan. Jangan sampai ada keterlambatan maupun material yang belum terpasang hingga akhir tahun. Saya minta semuanya tuntas sesuai target waktu dan kualitasnya,” tegasnya.

Ke depan, setelah infrastruktur dasar selesai dibangun, Pemerintah Kota membuka peluang mengembangkan Kampung Kota Keranggan menjadi kawasan tematik berbasis potensi masyarakat, seperti sentra UMKM, urban farming, bank sampah, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Infrastruktur sebagai Investasi Masa Depan
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga terus memperkuat tata kelola pembangunan melalui pemanfaatan Portal Satu Data sebagai sarana penyediaan informasi mengenai kondisi dan pembangunan jalan secara terbuka kepada masyarakat.

Dengan pembangunan yang terintegrasi mulai dari ruas jalan utama, pelebaran koridor strategis, preservasi jalan, hingga penataan jalan lingkungan di kawasan permukiman—Pemerintah Kota Tangerang Selatan berupaya mewujudkan pembangunan yang tidak hanya menghadirkan konektivitas, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui pembangunan infrastruktur yang semakin merata, diharapkan mobilitas warga semakin lancar, biaya logistik semakin efisien, investasi terus tumbuh, serta perekonomian lokal semakin bergerak. Infrastruktur yang dibangun hari ini menjadi fondasi bagi Tangerang Selatan untuk terus berkembang sebagai kota metropolitan yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.
(Advertorial)