MonitorUpdate.com — Nama Anies Baswedan kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini bukan karena kontestasi politik dalam negeri, melainkan aktivitas internasionalnya yang disebut semakin padat pasca tak lagi menjabat sebagai kepala daerah.

Dalam sejumlah unggahan media sosial yang ramai diperbincangkan, Anies disebut tengah berada di Riyadh, Arab Saudi, untuk memenuhi undangan terkait pengembangan transportasi perkotaan. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu diketahui memang sempat diumumkan menjadi bagian dari Royal Commission for Riyadh City (RCRC), lembaga strategis yang menangani pengembangan ibu kota Arab Saudi.

Narasi mengenai aktivitas global Anies muncul dari unggahan akun media sosial yang menyoroti bagaimana mantan pejabat publik tetap memiliki “nilai jual” tinggi di level internasional, terutama dalam bidang tata kota, transportasi, hingga kebijakan publik.

Baca Juga: Anies Ingatkan Bahaya AI bagi Generasi Muda: Pintar Saja Tak Cukup, Integritas dan Nalar Kritis Jadi Penentu

“Karena bayaran konsultan itu mahal, apalagi sudah kelas internasional. Bicara dua jam saja bisa dibayar puluhan ribu dolar,” tulis unggahan tersebut.

Fenomena mantan pejabat publik yang bertransformasi menjadi konsultan global sebenarnya bukan hal baru. Di berbagai negara, eks kepala daerah, mantan menteri, hingga mantan presiden kerap direkrut menjadi penasihat lembaga internasional, think tank, hingga proyek pembangunan kota modern.

Nama Anies sendiri memang beberapa kali dikaitkan dengan forum internasional terkait urban development dan transportasi publik, terutama setelah proyek integrasi transportasi di Jakarta selama masa kepemimpinannya mendapat sorotan dari sejumlah lembaga global.

Namun demikian, klaim soal besaran penghasilan hingga ratusan juta rupiah per bulan sebagaimana disebut dalam unggahan tersebut belum pernah dikonfirmasi langsung oleh pihak Anies Baswedan. (MU01)

Di sisi lain, pengamat menilai meningkatnya keterlibatan tokoh Indonesia di panggung global menunjukkan bahwa kompetensi dan rekam jejak birokrasi kini mulai diperhitungkan di level internasional.

“Dalam dunia konsultansi global, pengalaman memimpin kota megapolitan memang memiliki nilai tinggi. Apalagi isu transportasi, urban mobility, dan sustainability saat ini menjadi fokus banyak negara,” ujar seorang analis kebijakan publik kepada Monitor Update.

Unggahan tersebut juga menyisipkan pesan motivasi bagi generasi muda agar serius menempuh pendidikan dan membangun kapasitas diri.

“Belajarlah yang benar. Suatu saat omonganmu bisa dibayar mahal,” demikian kutipan yang ramai dibagikan warganet.

Meski masih menjadi figur yang kerap menuai pro dan kontra di dalam negeri, aktivitas internasional Anies memperlihatkan bahwa persaingan kompetensi di level global tidak selalu bergantung pada jabatan politik formal.(MU01)