MonitorUpdate.com – Pemerataan pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, jembatan, maupun drainase. Bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, menghadirkan penerangan hingga ke lingkungan permukiman juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui Program Tangsel Terang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie dan Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan terus memperluas layanan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar seluruh warga dapat menikmati lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan produktif, terutama pada malam hari.

Saat malam tiba, perubahan itu semakin nyata. Jalan-jalan lingkungan yang sebelumnya minim penerangan kini tampak lebih terang. Mobilitas warga menjadi lebih nyaman, aktivitas ekonomi dapat berlangsung lebih lama, sementara akses menuju sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, hingga ruang publik menjadi semakin aman untuk dilalui.

Baca Juga: Gandeng Komunitas HBBL, Pemkot Tangsel Canangkan Gerakan Banten Bersih di CFD Bintaro

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan PJU secara bertahap sejak 2022. Program ini diawali dengan pembangunan sekitar 600 titik PJU, kemudian meningkat drastis pada 2023 dengan pembangunan sekitar 6.500 titik, disusul target 3.000 titik pada 2024.

Memasuki 2026, Pemerintah Kota Tangerang Selatan kembali mempercepat pemerataan infrastruktur penerangan dengan menargetkan pembangunan 3.280 titik PJU baru yang tersebar di seluruh wilayah kota. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa penerangan jalan merupakan salah satu infrastruktur dasar yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

“Pemerintah Kota akan terus berupaya menghadirkan penerangan jalan yang merata melalui Program Tangsel Terang. Ribuan titik PJU kami pastikan terfasilitasi sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman di kota ini,” ujar Benyamin.

Menurut Benyamin, keberadaan PJU tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga berkontribusi terhadap keselamatan pengguna jalan, mengurangi potensi kriminalitas, serta menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman.

Karena itu, ia menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan untuk mempercepat tindak lanjut atas setiap laporan masyarakat terkait kerusakan maupun kebutuhan penerangan jalan.

Komitmen tersebut ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan melalui pembangunan PJU baru sekaligus peningkatan kualitas layanan pemeliharaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan Ayep Jajat Sudrajat menjelaskan, hingga 30 Juni 2026, pihaknya telah menyelesaikan perbaikan 2.718 titik lampu yang tersebar di 1.788 lokasi di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan.

Di sisi lain, progres pembangunan PJU baru telah mencapai sekitar 20 persen dan ditargetkan rampung seluruhnya pada triwulan IV tahun 2026. Untuk memastikan target tersebut tercapai, Dinas Perhubungan melakukan percepatan administrasi proyek sekaligus monitoring rutin terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Tidak hanya memperbanyak jumlah PJU, Pemerintah Kota juga terus meningkatkan kualitas infrastruktur penerangan melalui pemanfaatan teknologi yang lebih modern.

Seluruh PJU baru kini secara bertahap menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi, memiliki umur pakai lebih panjang, sekaligus lebih efisien dibandingkan lampu SON-T yang digunakan sebelumnya.

Selain itu, sistem kelistrikan PJU juga diperkuat dengan penggunaan Residual Current Circuit Breaker with Overcurrent Protection (RCBO) pada panel listrik. Teknologi ini memberikan perlindungan terhadap korsleting, beban listrik berlebih, maupun kebocoran arus listrik sehingga operasional PJU menjadi lebih aman, andal, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan PJU diprioritaskan berdasarkan usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), khususnya pada jalan lokal sekunder yang belum memiliki penerangan, jalan lingkungan, serta jalan setapak yang selama ini masih minim pencahayaan.

“Pembangunan difokuskan pada wilayah-wilayah yang belum memiliki penerangan sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat,” ujar Ayep.

Meski menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga material dan kendala penentuan lokasi pemasangan tiang di beberapa wilayah, Pemerintah Kota terus mengedepankan komunikasi dengan masyarakat agar pelaksanaan program berjalan lancar.

Program Tangsel Terang menjadi bagian dari pembangunan Kota Tangerang Selatan yang berorientasi pada pelayanan publik. Bersama pembangunan jalan, drainase, pengendalian banjir, ruang terbuka hijau, dan peningkatan layanan transportasi, pemerataan PJU menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota yang modern, aman, nyaman, inklusif, dan berdaya saing.

Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berkomitmen melanjutkan pemerataan penerangan jalan di seluruh wilayah. Sebab, pembangunan bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan setiap warga memperoleh pelayanan yang setara, meningkatkan kualitas hidup, serta menghadirkan rasa aman dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Tangsel Terang dalam Angka
– 2022: ±600 titik PJU dibangun.
– 2023: ±6.500 titik PJU baru.
– 2024: Target ±3.000 titik.
– 2026: Target pembangunan 3.280 titik PJU baru.
– Hingga 30 Juni 2026: 2.718 lampu diperbaiki di 1.788 lokasi.
– Target penyelesaian: Triwulan IV Tahun 2026.
– Teknologi: Lampu LED hemat energi dan sistem pengaman listrik RCBO.
– Prioritas: Jalan lingkungan, jalan lokal sekunder, jalan setapak, akses sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, serta kawasan hasil usulan Musrenbang.

(Advertorial)