33 Calon Hakim Agung dan 6 Calon Hakim ad hoc HAM Lolos Seleksi Kualitas KY

 

MonitorUpdate.com – Komisi Yudisial (KY) mengumumkan 33 calon hakim agung dan 6 calon hakim ad hoc Hak Asasi Manusia (HAM) di Mahkamah Agung (MA) berhasil lolos tahapan seleksi kualitas.

Pengumuman ini disampaikan usai Rapat Pleno KY yang digelar pada Selasa, 27 Mei 2025, di Kantor KY, Jakarta.

Para kandidat yang lolos berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya, yaitu pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, serta asesmen kepribadian dan kompetensi yang akan digelar pada 11–20 Juni 2025.

“Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di RSPAD Gatot Subroto pada 11 dan 12 Juni, lalu tes psikologi serta asesmen kompetensi dilakukan secara daring,” ujar Mukti Fajar Nur Dewata, Anggota sekaligus Juru Bicara KY.

Dari 33 calon hakim agung yang dinyatakan lolos, KY mencatat komposisi berdasarkan kamar sebagai berikut: Kamar Perdata (7 orang), Kamar Pidana (10), Kamar Agama (5), Kamar Militer (2), Kamar Tata Usaha Negara (2), dan Kamar Tata Usaha Negara khusus pajak (7).

Dari sisi latar belakang pendidikan, sebanyak 22 orang bergelar doktor, sementara 11 lainnya bergelar magister. Mayoritas peserta merupakan hakim karier (22 orang), diikuti oleh akademisi (2 orang), advokat (1 orang), hakim ad hoc (1 orang), dan lainnya (7 orang). Komposisi gender masih didominasi laki-laki (28 orang) dibanding perempuan (5 orang).

Sementara itu, keenam calon hakim ad hoc HAM yang lolos seluruhnya adalah laki-laki, dengan latar belakang pendidikan terdiri dari 1 magister dan 5 doktor. Sebagian besar berasal dari kalangan akademisi (4 orang), disusul hakim ad hoc (1 orang), dan profesi lainnya (1 orang).

“Kami membuka ruang partisipasi publik untuk menyampaikan masukan terkait integritas, perilaku, atau rekam jejak para calon hingga 15 Juli 2025,” ujar M. Taufiq HZ, Anggota KY sekaligus Ketua Bidang Rekrutmen Hakim.

Masukan masyarakat dapat disampaikan melalui email ke rekrutmen@komisiyudisial.go.id atau dikirim langsung ke Kantor KY di Jalan Kramat Raya No. 57, Jakarta Pusat.

KY juga mengingatkan agar para peserta seleksi waspada terhadap pihak-pihak yang mengklaim dapat membantu kelulusan.

“Jangan percaya pada calo. Proses seleksi KY sepenuhnya dilakukan secara independen dan transparan,” tegas Taufiq.

(mu01)

Share this article