MonitorUpdate.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina akan menggelar Aksi Akbar bertajuk “Bersatu Padu Selamatkan Gaza” di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Ahad, 3 Agustus 2025. Aksi dijadwalkan dimulai pukul 06.00 WIB dan diperkirakan dihadiri ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza, Palestina, yang saat ini menghadapi krisis kemanusiaan akibat agresi militer Israel dan blokade total yang menghambat distribusi makanan, air, dan bantuan medis.
Koordinator aksi, Ustaz Zaitun Rasmin, menyebut kondisi di Gaza sudah berada dalam situasi darurat. Ia menekankan bahwa aksi ini adalah seruan moral bagi seluruh masyarakat Indonesia dan dunia internasional.
“Gaza saat ini bukan hanya dibombardir, tapi juga dikepung hingga warganya tidak bisa makan dan minum. Ini bukan sekadar kelaparan, tapi pelaparan sistemik. Ini pembunuhan dengan senjata kelaparan,” ujar Zaitun kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/7/2025).
Panitia menyebut sejumlah tokoh masyarakat, ulama, aktivis, serta selebritas nasional akan hadir menyampaikan orasi dan doa bersama. Selain itu, akan dilakukan penggalangan dana untuk bantuan pangan dan medis yang akan disalurkan ke Gaza melalui lembaga kemanusiaan resmi.
Peserta aksi diimbau mengenakan pakaian putih dan membawa atribut dukungan terhadap Palestina. Panitia juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban, mengingat skala massa yang cukup besar.
“Aksi ini terbuka untuk semua kalangan, dan menjadi sarana kita menunjukkan bahwa Indonesia konsisten membela kemanusiaan,” kata Zaitun.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sebelumnya telah menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi di Gaza dan menyerukan segera dihentikannya kekerasan serta dibukanya jalur kemanusiaan tanpa hambatan.
Krisis Gaza telah menarik perhatian dunia internasional, dengan banyak negara dan organisasi global mendesak gencatan senjata dan akses bantuan kemanusiaan. Namun hingga kini, blokade dan serangan militer masih berlangsung.
(mu01)










