MonitorUpdate.com — Aliansi Masyarakat Depok Bersatu mematangkan konsolidasi menjelang aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Aliansi mengklaim sekitar 5.000 massa dari berbagai elemen di Depok siap ikut dalam aksi tersebut.
Konsolidasi digelar di kawasan Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC), Depok, Minggu malam (23/8/2026). Pertemuan membahas kesiapan mobilisasi, logistik, posko kesehatan, hingga koordinasi keamanan selama aksi berlangsung.
Penanggung Jawab Rencana Aksi, Eman dan Bams Bastari, mengatakan seluruh persiapan teknis pergerakan massa telah dimatangkan.
“Ada sekitar 5.000 massa dari berbagai elemen di Depok yang siap mengungsi ke Jakarta pada Kamis nanti. Ini adalah murni panggilan nurani melihat kondisi bangsa,” ujar Eman dan Bams dalam keterangannya.
Baca Juga: Didemo Warga Situ Rompong, Kepala BPN Tangsel Temui Massa dan Buka Dialog
Mengusung tagline “Suara dari Depok untuk DPR RI”, Aliansi Masyarakat Depok Bersatu menyampaikan empat tuntutan utama.
Pertama, mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Koruptor sebagai bagian dari upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Kedua, mereka menyerukan hukuman mati bagi koruptor sebagai bentuk efek jera maksimal terhadap pelaku korupsi.
Ketiga, pemerintah didesak segera menurunkan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Keempat, aliansi meminta pemerintah mengembalikan pendidikan sebagai prioritas utama. Tuntutan tersebut mencakup peningkatan kehormatan dan kesejahteraan guru, audit total anggaran pendidikan, serta terwujudnya keadilan fiskal.
Aliansi juga menyampaikan peringatan kepada para pemangku kebijakan di tingkat pusat agar merespons kegelisahan masyarakat sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Jangan tunggu gedung terbakar baru didengar. Jangan tunggu rakyat turun ke jalan baru dikoreksi,” demikian pernyataan Aliansi Masyarakat Depok Bersatu.
Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026). Hingga rilis ini diterbitkan, jumlah massa yang disebutkan aliansi merupakan target atau klaim mobilisasi dari pihak penyelenggara, sehingga jumlah aktual peserta aksi masih bergantung pada kehadiran di lapangan. (MU01)


