MonitorUpdate.com – Sebanyak mahasiswa Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 2026 di Desa Cigombong, Kabupaten Bogor. Selama satu bulan ke depan, mereka akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari digitalisasi UMKM, pendidikan, hingga pencegahan stunting.

Serah terima mahasiswa berlangsung di Aula Kantor Desa Cigombong pada Senin (20/7/2026) dan menjadi penanda dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.

Kepala Desa Cigombong, Hendrawan, mengatakan kehadiran mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan di masyarakat.

Baca Juga: Dari Dapur ke Digital: Mahasiswa IPB Bantu UMKM Desa Bulu Urus Legalitas dan Sertifikat Halal

“Kami menyambut baik kedatangan adik-adik mahasiswa di Desa Cigombong. Kami berharap para mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik, merangkul warga, serta mengaplikasikan ilmu akademisnya untuk membantu memajukan potensi desa,” ujar Hendrawan.

Acara tersebut turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Juwito Faisal, M.Pd, didampingi dosen Anissa Mawardini, M.Pd, Ketua Kelompok Muhamad Yusuf Iskandar, serta jajaran Pemerintah Desa Cigombong.

Dalam prosesi serah terima, Dr. Juwito Faisal secara simbolis menyerahkan mahasiswa kepada Pemerintah Desa Cigombong. Ia berharap pemerintah desa dapat membimbing para peserta KKNT selama menjalankan program pengabdian sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Program KKNT tahun ini dirancang dengan pendekatan tematik yang menyasar sejumlah sektor strategis. Di bidang ekonomi, mahasiswa akan melakukan pendampingan digitalisasi produk UMKM dan penguatan ekonomi kreatif. Pada sektor pendidikan dan keagamaan, mereka akan terlibat dalam kegiatan belajar tambahan di sekolah serta aktivitas pembinaan keagamaan masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga akan menggelar edukasi kesehatan, kampanye kebersihan lingkungan, sosialisasi pencegahan stunting, hingga pemetaan potensi wisata desa dan penguatan tata kelola administrasi pemerintahan desa.

Ketua Kelompok KKNT, Muhamad Yusuf Iskandar, menegaskan seluruh mahasiswa berkomitmen menjaga etika, menghormati budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat selama menjalankan pengabdian.

“Kami berharap kegiatan KKNT ini tidak hanya menjadi pengalaman akademik yang berharga, tetapi juga mempererat hubungan Universitas Djuanda Bogor dengan masyarakat Desa Cigombong melalui program-program yang memberikan manfaat nyata,” katanya.

Desa Mandiri dengan Potensi Besar
Pemilihan Desa Cigombong dinilai strategis karena desa ini memiliki potensi pengembangan yang besar. Berstatus Desa Mandiri, Cigombong memiliki luas wilayah sekitar 108,51 hektare, dihuni 3.371 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai 10.739 jiwa.

Secara geografis, desa ini berada di antara kawasan Gunung Pangrango dan Gunung Salak, serta dilintasi jalur utama Bogor–Sukabumi yang memudahkan akses transportasi.

Potensi unggulan Desa Cigombong meliputi sektor agrowisata, pertanian modern, dan UMKM, yang selama ini terus dikembangkan melalui dukungan pemerintah desa. Kehadiran mahasiswa KKNT diharapkan mampu mempercepat pengembangan potensi tersebut melalui inovasi, pendampingan, dan transfer pengetahuan kepada masyarakat.

Program Kuliah Kerja Nyata Tematik sendiri merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi yang menempatkan mahasiswa sebagai agen pemberdayaan masyarakat. Melalui pendekatan kolaboratif antara kampus, pemerintah desa, dan warga, KKNT diharapkan mampu menghasilkan solusi yang berkelanjutan bagi pembangunan desa sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. (MU01)