MonitorUpdate.com – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di lingkungan RW 06 Kampung Kebon Kopi, Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Sabtu (11/7/2026) malam.
Ratusan jamaah memadati lokasi kegiatan yang dirangkai dengan santunan kepada anak yatim dan piatu. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum mengenang perjalanan panjang gerakan sosial warga Kebon Kopi dalam membina dan mendampingi anak-anak yatim selama lebih dari satu dekade.
Dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menebar Kasih Sayang dan Keberkahan Bersama Anak Yatim Piatu”, acara yang digelar di Lingkungan RT02/RW06 itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinmas, Karang Taruna desa, serta kepala desa Pengasinan dan jajarannya.
Baca Juga : Dinilai Berpotensi Jadi Best Practice, BUMDes Pengasinan Jadi Objek Penelitian Mahasiswa Unpad
Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Pengasinan, Nurkholis, mengapresiasi kekompakan warga RW 06 yang terus menjaga tradisi santunan yatim secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat persatuan masyarakat RW 06 yang terdiri dari lima RT. Kami juga berterima kasih kepada para donatur, pelaku usaha, serta para pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Kebon Kopi (IPK) yang selama ini konsisten mengawal program santunan anak yatim,” ujar Nurkholis dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi Bumdes Pengasinan dan Ketua IPK yang selama ini mengelola kelompok ketahanan pangan melalui budidaya ayam petelur, di mana sebagian hasilnya dialokasikan untuk mendukung pembiayaan pendidikan anak-anak yatim.
Setelah rangkaian sambutan yang dipandu MC dengan tingkah kocak yang menghibur para jamaah. Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 18 anak yatim berupa uang saku dan bingkisan berupa alat kebutuhan sekolah. Puncak kegiatan ditutup dengan tausiyah agama.

Sementara itu, di balik kegiatan tahunan tersebut, tersimpan sejarah panjang kepedulian sosial masyarakat Kampung Kebon Kopi sebagaimana dijelaskan salah satu pengurus IPK, Ahmad Mulyadi, bahwa program pembinaan anak yatim sejatinya telah berjalan selama kurang lebih 15 tahun.
“Program ini, awalnya digerakkan oleh almarhum Pak Syamlawi. Setelah sempat terputus, para pemuda kemudian melanjutkan perjuangan beliau dengan membentuk IPK (Ikatan Pemuda Kebon Kopi). Alhamdulillah hingga sekarang program ini terus berjalan,” kata Mulyadi kepada MonitorUpdate.com usai kegiatan santunan.
Menurutnya, IPK yang saat ini diketuai oleh Ramdhani dan berada di bawah naungan Karang Taruna serta Pemerintah Desa Pengasinan tidak hanya memberikan santunan seremonial setiap Muharam, tetapi juga membiayai kebutuhan pendidikan anak yatim secara berkelanjutan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.
Dana yang dikelola berasal dari iuran para pemuda, donatur, serta masyarakat yang dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya setiap bulan.
“Mulai dari uang sekolah, perlengkapan, uang saku, biaya semester hingga kebutuhan lainnya kami tanggung bersama. Bahkan kami berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah untuk memastikan pendidikan anak-anak ini tetap berjalan,” ungkapnya.
Mulyadi menegaskan, seluruh dana yang terkumpul disalurkan sepenuhnya kepada anak-anak yatim tanpa adanya potongan untuk pengurus.
Saat ini terdapat sekitar 40 anak yatim yang berada dalam binaan komunitas tersebut, dengan 18 anak masih aktif bersekolah. Sementara itu, sedikitnya 15 anak telah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA dan setelah bekerja, kini mereka ambil bagian mengabdikan diri ikut berderma.
Selain pendidikan formal, para anak yatim juga didorong untuk memperdalam pendidikan ilmu agama melalui berbagai kegiatan di Al-Jihad Qur’an Center dan kegiatan sosial Karang Taruna.
“Harapan kami sederhana, jangan sampai anak-anak yatim di kampung ini terlantar pendidikannya karena faktor ekonomi. Ini lahir dari rasa cinta terhadap kampung dan keinginan untuk menjalankan syariat dengan memelihara anak-anak yatim,” pungkas Mulyadi. (MU02)


