MonitorUpdate.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menempatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Di tengah masih rendahnya angka partisipasi PAUD dan tantangan kualitas tenaga pendidik, Pemkot Tangsel memilih bergerak dari “akar pendidikan” bukan hanya membangun sekolah, tetapi juga memperkuat kualitas guru dan lembaga pendidikan usia dini.

Langkah itu terlihat dari sederet program terbaru yang mulai dijalankan sepanjang 2025 hingga 2026. Mulai dari beasiswa S1 bagi guru PAUD, peningkatan akreditasi lembaga, hingga bantuan pendidikan untuk peserta didik PAUD dari keluarga kurang mampu.

Wali Kota Benyamin Davnie bahkan menjadikan peningkatan kualitas PAUD sebagai bagian dari program prioritas 100 hari kerja pemerintahannya. Salah satu kebijakan yang paling menyita perhatian ialah pemberian beasiswa penuh kepada puluhan guru PAUD agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1) Pendidikan Guru PAUD melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni. (Foto: Dok. Kominfo & Humas Pemkot Tangsel)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni. (Foto: Dok. Kominfo & Humas Pemkot Tangsel)

Program tersebut awalnya menyasar 70 guru PAUD dari tujuh kecamatan di Tangsel. Namun dalam perkembangannya, jumlah penerima bertambah menjadi 95 guru, terdiri dari guru lulusan SMA yang mendapat beasiswa penuh serta guru dengan ijazah non-linear yang memperoleh bantuan pendidikan agar kompetensinya sesuai dengan bidang PAUD.

Bagi Pemkot Tangsel, peningkatan kualitas guru dinilai menjadi titik paling krusial dalam memperbaiki mutu pendidikan usia dini. Sebab, fase PAUD merupakan masa golden age yang menentukan perkembangan karakter, kemampuan kognitif, hingga kesiapan anak memasuki pendidikan dasar.

Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menegaskan, peningkatan kualitas PAUD tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik sekolah. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia guru juga harus diperkuat secara serius.

Karena itu, Pemkot Tangsel juga mulai mempercepat program akreditasi lembaga PAUD. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel menggelar program peningkatan akreditasi yang diikuti ratusan pengelola PAUD di wilayah tersebut. Fokusnya bukan sekadar administrasi, melainkan memastikan standar kurikulum, tenaga pendidik, sarana-prasarana, hingga sistem pembelajaran benar-benar memenuhi standar nasional pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni, menilai akreditasi merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga pendidikan kepada masyarakat. Ia menegaskan, sekolah yang tidak terstandar akan sulit menghasilkan kualitas lulusan yang baik.

Tak berhenti pada penguatan guru dan lembaga, Pemkot Tangsel juga mulai menyiapkan bantuan pendidikan bagi anak-anak PAUD dari keluarga kurang mampu. Kebijakan ini diarahkan untuk mendongkrak angka partisipasi PAUD yang masih belum maksimal.

Data Dinas Pendidikan menunjukkan angka partisipasi PAUD di Tangsel masih berada di kisaran 57 persen, padahal kota ini memiliki lebih dari 700 satuan PAUD. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah di tengah status Tangsel sebagai kota penyangga metropolitan dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Melalui bantuan pendidikan yang mulai disiapkan pada tahun ajaran 2026, Pemkot berharap semakin banyak anak usia dini bisa mendapatkan akses pendidikan sejak awal. Program ini juga diproyeksikan menjadi salah satu intervensi pendidikan usia dini terbesar di level pemerintah kota.

Di sisi lain, kebijakan Tangsel memperkuat PAUD dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong wajib belajar satu tahun pra-SD dan peningkatan kompetensi guru yang belum linear. Pemerintah pusat sendiri tengah memperluas program bantuan pendidikan dan peningkatan profesionalisme guru PAUD di berbagai daerah.

Langkah Tangsel ini memperlihatkan perubahan pendekatan pembangunan pendidikan: tidak lagi hanya fokus pada jenjang dasar dan menengah, tetapi mulai membangun kualitas generasi sejak usia dini.

Di tengah derasnya tantangan era digital, isu stunting pendidikan, hingga ketimpangan kualitas belajar anak, investasi pada PAUD mulai dipandang bukan sekadar program sosial, melainkan strategi jangka panjang membangun kualitas kota.

Dan Tangsel tampaknya ingin memastikan perubahan itu dimulai dari ruang kelas paling awal: PAUD. (Advetorial)