MonitorUpdate.com – Buku Islam Ala Prabowo yang diluncurkan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas 2026 di Jakarta mendapat perhatian dari Dosen Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Mahda Dzikara.
Mahda menyoroti isi buku tersebut melalui tulisannya di Kompasiana. Menurutnya, buku Islam Ala Prabowo tidak secara langsung menghadirkan pandangan atau perkataan Presiden Prabowo Subianto mengenai praktik keberislamannya.
Ia menilai isi buku lebih banyak menggambarkan sosok Prabowo melalui kesaksian dan interpretasi sejumlah tokoh. Karena itu, pembaca tidak menemukan uraian langsung dari Prabowo mengenai pengalaman keagamaannya.
“Tidak ada catatan tentang wudhu yang khusyuk di subuh hari, zikir lirih di antara rapat kabinet atau buku fikih apa saja yang Prabowo baca. Tidak,” kata Mahda dalam tulisannya.
Menurut dia, buku tersebut justru berbicara melalui perspektif tokoh politik, ulama, akademisi hingga mantan jenderal yang masing-masing menafsirkan sosok Prabowo berdasarkan pengalaman dan sudut pandang mereka.
Mahda juga menilai buku tersebut tidak hadir semata-mata sebagai hagiografi atau karya yang berupaya menghilangkan berbagai kekurangan tokoh yang dibahas. Sebaliknya, buku itu disebut sebagai mosaik penafsiran mengenai sosok Prabowo.
“Dalam politik, persepsi kerap kali lebih menentukan daripada realitas itu sendiri,” tulis Mahda.
Peluncuran buku Islam Ala Prabowo menjadi salah satu bagian dalam rangkaian pembukaan Rakornas Baznas yang digelar di Jakarta. Buku tersebut kemudian menjadi bahan perhatian karena mengangkat sisi keislaman dan perspektif sejumlah tokoh terhadap Presiden Prabowo. (MU01)


