MonitorUpdate.com – PT Pertamina Patra Niaga kembali menyesuaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada Juli 2026. Penurunan harga ini berlaku sejak 1 Juli 2026 dan masih menjadi acuan harga per 17 Juli 2026, memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya pengguna BBM nonsubsidi, untuk memperoleh bahan bakar dengan harga lebih rendah.
Produk yang mengalami penurunan harga antara lain Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertamax, Pertamax Green 95, serta BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan daftar harga yang berlaku di wilayah DKI Jakarta, rincian harga BBM Pertamina sebagai berikut:
– Pertalite: Rp10.000/liter (tetap)
– Pertamax: Rp16.250/liter (tetap)
– Pertamax Green 95: Rp17.000/liter (tetap)
– Pertamax Turbo: Rp19.300/liter, turun dari Rp20.750/liter
– Dexlite: Rp19.700/liter, turun dari Rp23.000/liter
– Pertamina Dex: Rp21.150/liter, turun dari Rp24.800/liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala mengikuti mekanisme yang berlaku. Evaluasi tersebut mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, aspek fiskal, serta daya beli masyarakat.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Melonjak Tajam Hari Ini, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400 per Liter
Meski demikian, keputusan mempertahankan harga Pertamax di tengah penurunan produk BBM nonsubsidi lainnya masih menjadi perhatian publik. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai dasar perhitungan masing-masing jenis BBM, mengingat sebagian produk mengalami koreksi harga cukup signifikan, sementara Pertamax tetap berada di level Rp16.250 per liter.
Di sisi lain, tetap dipertahankannya harga Pertalite pada Rp10.000 per liter dinilai menjadi langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas biaya transportasi masyarakat dan mengendalikan tekanan inflasi, khususnya bagi kelompok pengguna BBM bersubsidi.
Respons masyarakat di Jabodetabek pun beragam. Andi (42), seorang pengemudi logistik di Bekasi, mengaku penurunan harga BBM diesel cukup membantu menekan biaya operasional sehari-hari.
“Turunnya harga Dexlite tentu menjadi kabar baik bagi kami yang setiap hari menggunakan kendaraan diesel. Harapannya, biaya distribusi ikut turun sehingga harga barang di pasaran juga bisa lebih terjangkau,” ujarnya.
Sementara itu, Siti (35), karyawan swasta di Tangerang Selatan yang menggunakan Pertamax, berharap penyesuaian harga juga dilakukan pada jenis BBM tersebut.
“Kalau Pertamax juga turun, tentu pengeluaran transportasi bulanan akan lebih ringan. Semoga ke depan penyesuaian harga bisa dirasakan oleh seluruh pengguna BBM nonsubsidi,” katanya.
Senada, Rudi (50), pelaku UMKM di Jakarta Timur, menilai manfaat penurunan harga BBM akan lebih terasa apabila diikuti penurunan ongkos logistik dan harga kebutuhan pokok.
“Masyarakat tentu senang ada BBM yang turun. Namun yang paling kami tunggu adalah dampaknya terhadap harga sembako dan biaya distribusi agar daya beli masyarakat ikut membaik,” ungkapnya.
Dengan penyesuaian harga ini, masyarakat berharap kebijakan penurunan BBM tidak hanya memberikan manfaat bagi pengguna kendaraan tertentu, tetapi juga berdampak pada stabilitas harga barang dan peningkatan daya beli masyarakat secara luas. (MU01)


